Optimisme Konsumen Memudar, Survei BI Tunjukkan IKK Juni Turun Jadi 117,8

Image title
8 Juli 2026, 13:22
BI, Indeks Keyakinan Konsumen, ekonomi
ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/kye
Warga berbelanja kebutuhan sehari-hari di Metropolitan Mall Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Keyakinan konsumen terhadap kondisi perekonomian pada Juni 2026 menurun dibandingkan bulan sebelumnya, meski masih berada di zona optimistis. Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun menjadi 117,8 pada Juni 2026 dari 120,9 pada Mei 2026.

Penurunan optimisme tersebut juga tercermin pada persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi enam bulan ke depan yang sama-sama melemah dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan meskipun menurun, keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi masih terjaga.

"Survei Konsumen Bank Indonesia pada Juni 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terjaga. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juni 2026 yang berada pada level optimis sebesar 117,8, meskipun lebih rendah dari IKK bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 120,9," ujar Ramdan dalam keterangannya, Rabu (8/7).

Optimisme konsumen masih ditopang oleh persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi kondisi ekonomi ke depan. Hal itu tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) sebesar 109,2 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 126,4, keduanya masih berada di atas level 100 atau zona optimistis.

Namun, kedua indeks tersebut mengalami penurunan dibandingkan Mei 2026. IKE turun dari 112,2 menjadi 109,2, sedangkan IEK melemah dari 129,7 menjadi 126,4.

Penurunan Optimisme Penghasilan dan Ketersediaan Lapangan Kerja

Penurunan IKE terjadi seiring melemahnya seluruh komponen penyusunnya. Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) turun menjadi 119,8 dari 123,2 pada Mei. Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) juga menurun dari 105,0 menjadi 101,8, sementara Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) melemah menjadi 105,9 dari sebelumnya 108,3.

Sementara itu, optimisme terhadap enam bulan mendatang juga sedikit berkurang. Meski demikian, masyarakat masih memperkirakan kondisi ekonomi akan membaik, tercermin dari ekspektasi penghasilan sebesar 133,6, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja 124,4, dan ekspektasi kegiatan usaha 121,2.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, seluruh responden masih menunjukkan optimisme. Kelompok masyarakat dengan pengeluaran di atas Rp5 juta per bulan mencatat tingkat keyakinan tertinggi dengan IKK sebesar 121,4.

Responden Usia 20-30 Tahun Paling Optimistis

Dari sisi usia, optimisme tertinggi berasal dari kelompok responden berusia 20–30 tahun dengan IKK sebesar 124,3. Secara wilayah, penurunan keyakinan konsumen paling besar terjadi di Makassar, Banten, dan Medan, meski sejumlah kota lainnya justru mencatat peningkatan optimisme.

Di sisi lain, BI menegaskan tetap berupaya menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor usaha dan pembiayaan.

Ramdan mengatakan UMKM tetap menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja. 

Pada 2025, omzet UMKM binaan BI mencapai Rp7,02 triliun atau tumbuh 23,1% secara tahunan, didorong pertumbuhan omzet UMKM ekspor sebesar 21% dan UMKM digital 25%.

Selain itu, BI bersama pemerintah dan industri perbankan juga terus mempercepat penyaluran kredit. Upaya tersebut didukung Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), yang mendorong pertumbuhan kredit perbankan mencapai 11,51% secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan 9,69% pada akhir 2025.

"Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas, memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta turut mendukung penciptaan lapangan kerja," kata Ramdan.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...