Kemhan Beli Rudal BrahMos dari India, Ini Kata Purbaya soal Anggarannya

Ade Rosman
8 Juli 2026, 19:47
Purbaya, Brahmos,
Youtube TV Parlemen
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 hingga semester I masih terkendali dan hingga akhir tahun diperkirakan akan mencapai 2,85% dari PDB.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran Kementerian Pertahanan (Kemhan) mencukupi untuk pengadaan sistem rudal BrahMos dari India. Menurutnya, kebutuhan pembelian alutsista ini dapat dipenuhi dari pagu anggaran pertahanan yang telah tersedia.

Saya pikir mereka akan mengalihkan dari situ untuk belanjanya. Saya tidak tahu nanti saya tanyakan ke Kementerian Pertahanan, tapi anggaran Kementerian Pertahanan cukup besar. Seharusnya cukup, kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/7).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Indonesia dan India menandatangani 16 dokumen kerja sama dalam kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Jakarta pada Selasa (7/7). Salah satu dokumen yang disepakati yakni kontrak pengadaan sistem rudal BrahMos antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan RI. 

Presiden Prabowo Subianto mengatakan india dan India sepakat memperkuat kerja sama di bidang pertahanan, keamanan, dan maritim. Kedua negara juga akan meningkatkan kerja sama industri pertahanan, manajemen bencana, keamanan maritim di kawasan Samudra Hindia, serta pengembangan kapasitas di bidang teknologi baru.

“Seiring dengan meningkatnya tantangan isu keamanan lintas negara, kami berkomitmen untuk memperdalam kerja sama pengembangan kapasitas di bidang teknologi baru, penanggulangan kejahatan lintas negara, serta pengembangan infrastruktur digital,” kata Prabowo dalam keterangan pers bersama Narendra Modi.

Narendra Modi menyatakan kepercayaan antara Indonesia dan India terus menguat, tecermin dari semakin eratnya kerja sama di sektor keamanan dan perlindungan.

“Hari ini, kami sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam pertukaran bidang pertahanan, manajemen bencana, dan kerja sama bidang industri,” ujar Modi. 

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Pertahanan RI Rico Ricardo Sirait mengatakan india telah menandatangani perjanjian dengan India untuk membeli sistem rudal BrahMos. Menurutnya, pengadaan ini merupakan bagian dari modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), khususnya untuk memperkuat perlindungan pantai Indonesia.

“Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memodernisasi persenjataan kami, terutama dalam memperkuat pertahanan pantai kami,” kata Rico.

Menurut Rico, pengadaan tersebut juga memperkuat strategi kemitraan india dan India di bidang pertahanan sekaligus meningkatkan kemampuan pencegahan (pencegahan) dalam menjaga pelestarian nasional.

Berdasarkan laporan yang dikutip sebelumnya, nilai pengadaan sistem rudal BrahMos diperkirakan sekitar US$ 450 juta atau sekitar Rp 7,6 triliun. Indonesia akan menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang mengoperasikan sistem rudal tersebut sebagai bagian dari penguatan pertahanan maritim. 

BrahMos merupakan rudal jelajah supersonik yang mampu melesat hingga sekitar Mach 2,8–3. Rudal ini dirancang untuk menyerang sasaran di darat maupun laut dengan tingkat presisi tinggi serta dapat diluncurkan dari berbagai platform, mulai dari kendaraan peluncur di darat, kapal perang, kapal selam, hingga pesawat tempur.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...