Rupiah Diproyeksi Melemah, Konflik Timur Tengah Kembali Membebani
Nilai tukar rupiah kembali melemah mendekati 18.000 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Senin (20/7). Rupiah tertekan oleh meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak mentah dunia dan penguatan dolar AS.
Melansir dari Bloomberg, rupiah membuka perdagangan di level Rp 17.973 per dolar AS melemah 0,29% atau 62 poin. Rupiah sempat menguat ke level Rp 17.920 per dolar AS tetapi melemah lagi ke 17.970 per dolar AS pada pukul 10.00 WIB.
Kurs rupiah ditutup di level Rp 17.921 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Jumat (17/7), menguat 0,36% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 17.986 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah menguat 0,80% dari posisi akhir pekan lalu.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya eskalasi di Timur Tengah yang kembali melonjakkan harga minyak dunia dan indeks dolar AS," ujar Analis Doo Financial Lukman Leong, Senin (20/7).
Meski demikian, Lukman menilai pelemahan rupiah berpotensi tertahan oleh sentimen positif dari dalam negeri.
"Ada sentimen kuat domestik dari inflow dana asing di pasar ekuitas maupun Surat Berharga Negara (SBN)," katanya.
Ia memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran 17.900 hingga 18.050 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Senada, Senior Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana memproyeksikan rupiah masih berpotensi mengalami depresiasi hingga menyentuh Rp 17.960 per dolar AS.
Menurut Fikri, tekanan terhadap rupiah dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik setelah Iran menunda komitmen perdamaian, sehingga kembali meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap konflik di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, kenaikan harga minyak mentah global dan meningkatnya sentimen risk-off di pasar keuangan internasional turut mendorong investor beralih ke aset yang lebih aman.
Di sisi lain, Fikri menilai penurunan ekspektasi inflasi Amerika Serikat juga menjadi salah satu faktor yang dicermati pelaku pasar, bersamaan dengan pelemahan sejumlah mata uang pada awal perdagangan hari ini.
