Wall Street Lanjutkan Koreksi, Tertekan Kenaikan Harga Minyak
Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup turun pada perdagangan Senin (20/7). Koreksi pada pasar saham AS terjadi seiring harga minyak kembali naik di tengah meningkatnya ketegangan militer antara AS dan Iran.
Indeks S&P 500 turun 0,19% ke level 7.443,28. Sementara itu, Nasdaq Composite berkurang 0,05% ke level 25.508,07. Dow Jones Industrial Average turun 307,16 poin atau 0,59% menjadi 51.839,26.
Penurunan lebih dari 2% saham Apple turut menekan indeks yang berisi 30 saham tersebut.
“Investor masih tidak percaya bahwa Trump (Presiden AS) memiliki toleransi untuk meningkatkan secara material postur kekuatan AS di Timur Tengah, seperti mengerahkan pasukan. Jika demikian, maka semacam penyelesaian diplomatik tidak dapat dihindari,” kata Vital Knowledge Adam Crisafulli dikutip dari CNBC, Selasa (21/7).
AS melancarkan serangan terhadap Iran untuk hari kesembilan berturut-turut pada Minggu malam. Namun, sentimen investor sempat membaik setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menyampaikan adanya peluang penyelesaian diplomatik.
Baghaei mengatakan para mediator masih terus bertukar pesan dengan Iran di tengah serangkaian serangan terbaru AS. Menurut dia, negosiasi antara kedua negara dapat dilakukan berdasarkan kepentingan nasional.
Namun, harga minyak kembali naik setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan melalui unggahan di Truth Social bahwa Iran akan membayar kematian tiga anggota militer AS berkali-kali lipat.
Kontrak berjangka minyak mentah AS ditutup naik 0,9% menjadi US$ 83,23 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent, patokan internasional, naik sekitar 1,3% menjadi US$ 89,22 per barel.
Kelompok Houthi di Yaman juga mengumumkan embargo maritim terhadap Arab Saudi.
Di tengah tekanan pasar, saham-saham produsen chip mencoba memulihkan sebagian kerugian besar yang dialami pada pekan sebelumnya.
Micron Technology menjadi salah satu pendorong utama dengan kenaikan hampir 2%. Astera Labs menguat 1,9%, Teradyne naik 3,5%, dan Advanced Micro Devices (AMD) bertambah 1,6%. VanEck Semiconductor ETF (SMH) juga naik tipis.
“Perdagangan saham semikonduktor dan AI sedang menjalani evaluasi ulang yang sehat terhadap realitas,” kata Presiden Wells Fargo Investment Institute Darrell Cronk.
Menurut dia, penurunan teknikal baru-baru ini meningkatkan risiko terjadinya koreksi lebih dalam menuju level support jangka panjang, termasuk moving average 200 hari.
