BI Siapkan Insentif Baru untuk Tarik Modal Asing ke Indonesia

Ade Rosman
22 Juli 2026, 16:01
insentif, aliran modal asing, BI
Katadata/Fauza Syahputra
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bank Indonesia (BI) menyiapkan sejumlah insentif baru untuk menarik aliran modal asing ke instrumen portofolio domestik di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, langkah ini diambil untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus menjaga ketahanan sektor eksternal.

Perry mengatakan, salah satu kebijakan yang ditempuh adalah memberikan insentif berupa penurunan biaya swap lindung nilai atau hedging swap sebesar 10% bagi investor asing.

“Bank Indonesia juga mengoptimalkan seluruh instrumen moneter dan memberikan insentif penurunan tingkat swap lindung nilai hedging swap sebesar 10% bagi investor asing guna semakin meningkatkan daya tarik masuknya investor asing serta mengompensasi kewajiban yang selama ini ditanggung investor,” kata Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Rabu (22/7).

Ia mengatakan, BI juga memperluas instrumen operasi moneter valuta asing dengan menyediakan transaksi spot dan swap antara rupiah dan offshore Chinese Renminbi (CNH). Langkah ini dilakukan seiring semakin luasnya penggunaan skema Local Currency Transaction (LCT) dalam transaksi perdagangan dan investasi.

Ia menegaskan, BI akan terus memperluas berbagai insentif guna meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik bagi investor global.

“Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperluas pemberian insentif untuk tetap menarik aliran masuk modal asing, memperluas pemanfaatan LCT, dan juga mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas. Semuanya diarahkan untuk semakin memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah,” katanya.

Perry meyakini nilai tukar rupiah akan tetap stabil dan cenderung menguat. Ia mengatakan, optimisme itu didukung oleh komitmen BI menjaga stabilitas rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan, imbal hasil aset keuangan domestik yang tetap menarik, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai BI masih baik di tengah gejolak global.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...