Pemerintah Jepang Pangkas Target Pertumbuhan Ekonomi Efek Lonjakan Harga Minyak

Image title
30 Juli 2026, 11:55
jepang, pertumbuhan ekonomi, ekonomi Jepang
ANTARA FOTO/Seno
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah Jepang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi pada tahun fiskal 2026 menjadi 0,9% dari sebelumnya 1,3%. Hal ini seiring lonjakan harga minyak dunia imbas meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Kantor Kabinet Jepang dalam laporan yang dirilis Kamis (30/7) menyebutkan kenaikan harga minyak mentah akan membebani aktivitas ekonomi. Meski demikian, sebagian dampaknya sebagian dapat diimbangi oleh pertumbuhan upah yang lebih kuat serta dukungan kebijakan pemerintah. 

Sejalan dengan itu, pemerintah juga memangkas proyeksi pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada tahun fiskal 2026 menjadi 0,9% dari sebelumnya 1,3%. Sementara pertumbuhan investasi modal direvisi turun menjadi 2,3% dari proyeksi sebelumnya 2,8%.

Di sisi lain, proyeksi inflasi justru dinaikkan menjadi 2,2% dari sebelumnya 1,9%, mencerminkan tekanan harga yang dipicu kenaikan biaya energi.

Dilansir dari Bloomberg, prospek ekonomi yang lebih lemah tersebut menjadi tantangan baru bagi Perdana Menteri Sanae Takaichi. Pemerintah menghadapi tekanan politik karena masyarakat menilai kenaikan upah belum mampu mengimbangi inflasi yang terus menggerus daya beli.

Takaichi juga mendapat kritik karena dinilai lebih fokus pada agenda kebijakan jangka panjang dibandingkan mengatasi kenaikan biaya hidup yang kini menjadi perhatian utama publik.

Meski pemerintah merevisi turun proyeksi pertumbuhan, pandangan tersebut berbeda dengan Bank of Japan (BOJ) yang justru semakin optimistis terhadap prospek ekonomi. 

BOJ diperkirakan akan mempertimbangkan kenaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun fiskal 2026 dari 0,5% dalam rapat kebijakan pekan ini. Optimisme bank sentral didukung oleh kinerja ekspor yang tetap solid serta kuatnya permintaan global, terutama yang berkaitan dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Untuk tahun fiskal 2027, pemerintah masih memperkirakan ekonomi Jepang dapat tumbuh 1,1% dengan asumsi permintaan domestik menguat berkat strategi penanganan krisis dan investasi yang dijalankan pemerintah.

Pemerintah juga menegaskan kembali target pertumbuhan jangka panjang. Dalam skenario paling optimistis, investasi sektor swasta diproyeksikan mencapai sekitar 240 triliun yem atau sekitar US$1,5 triliun pada tahun fiskal 2040, mendekati target 250 triliun yen yang tercantum dalam pedoman kebijakan ekonomi tahunan. 

Didorong peningkatan investasi tersebut, produk domestik bruto (PDB) nominal Jepang diperkirakan mendekati 1.100 triliun yen pada tahun fiskal 2040.

Di bidang fiskal, pemerintah memperkirakan neraca primer (primary balance) masih mencatat defisit sebesar 1,2 triliun yen pada tahun fiskal 2026, lebih besar dibandingkan proyeksi defisit 800 miliar yen yang diumumkan pada Juni. 

Pelebaran defisit dipengaruhi tambahan belanja melalui anggaran tambahan meskipun penerimaan pajak meningkat lebih tinggi dari perkiraan.

Meski demikian, pemerintah optimistis neraca primer dapat kembali mencatat surplus sebesar 1,4 triliun yen pada tahun fiskal 2027. Prediksi surplus ini sudah mempertimbangkan jika target pertumbuhan ekonomi Jepang tercapai dengan asumsi tambahan belanja fiskal 10 triliun yen.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...