Purbaya Pede Dana Asing yang Masuk PFII Berpotensi Tembus Rp 500 Triliun

Ade Rosman
11 Agustus 2026, 18:40
purbaya, PFII
Katadata/Fauza Syahputra
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keterangan pada konferensi pers terkait Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah menargetkan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dapat mulai beroperasi pada akhir tahun ini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut potensi dana asing yang dapat ditarik melalui PFII dapat mencapai lebih dari Rp 500 triliun.

Potensi dana yang masuk ke PFII sebelumya disampaikan Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan Herman Saheruddin. Ia menyebut, nilainya mencapai Rp 300 triliun hingga Rp 500 triliun.

Namun, Purbaya optimistis, potensi dananya lebih besar dari itu. “Saya belum tahu analisisnya. Tapi begini, kalau itu penarikan berhasil mungkin bisa lebih besar daripada itu,” kata Purbaya di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (11/8). 

Purbaya menjelaskan, potensi dana yang masuk ke PFII pada tahap awal operasional akan dihitung oleh Danantara. 

Herman sebelumnya mengatakan potensi dana yang masuk ke PFII masih merupakan estimasi awal dengan skenario moderat. Hal ini akan bergantung pada daya saing Indonesia dalam menarik investor dibandingkan pusat keuangan internasional lain seperti Singapura dan Dubai.

Herman menjelaskan, investasi tersebut berasal dari investor global yang memanfaatkan PFII sebagai basis kegiatan usaha di Indonesia. Bentuk investasinya dapat berupa pendirian cabang bank asing maupun perusahaan yang berkedudukan di kawasan tersebut.

“Investasi global. Kalau kita buka ini berarti investor asingnya masuk. Bentuknya apakah mereka bikin cabang bank asing atau mereka bikin perusahaan incorporated di situ,” katanya.

Herman mengatakan, tujuan utama pembentukan PFII bukan semata menghadirkan pusat jasa keuangan, melainkan membuka akses pendanaan jangka panjang bagi proyek-proyek strategis nasional. Dengan demikian, Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan besarnya potensi sumber daya alam domestik melalui pembiayaan dari investor internasional.

“Intinya kan kita ingin biar pendanaan jangka panjang itu masuk,” kata Herman.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...