Kisi-Kisi Isi Pidato Prabowo soal Rancangan APBN 2027 Hari Ini
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan untuk berpidato terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja 2027 dalam rapat paripurna DPR pada hari ini, Jumat (14/8). Nota keuangan dan RAPBN 2027 kemudian akan diserahkan untuk dibahas bersama DPR.
Berdasarkan jadwal yang diperoleh Katadata.co.id, DPR akan menggelar sidang tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI pagi ini. Rangkaian acara sidang dijadwalkan mulai pukul 07.00 WIB. Prabowo juga rencananya akan berpidato dalam sidang tersebut.
Adapun rapat paripurna DPR dan penyampaian RAPBN tahun anggaran 2027 dijadwalkan dimulai pukul 13.00 WIB.
Apa Saja Isi Nota Keuangan dan RAPBN 2027?
Pemerintah dan DPR sebelumnya telah menyepakati Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027. Target pertumbuhan ekonomi tahun depan dipatok 5,8% hingga 6,5%.
Asumsi dasar ekonomi makro lainnya juga telah disepakati, meski masih dalam rentang kisaran. Inflasi dipatok 1,5%-3,5%, nilai tukar rupiah di kisaran 16.800-17.500 per dolar AS, serta suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun sebesar 6,5%-7,3%.
Pemerintah dan DPR menyepakati target pendapatan negara menjadi 12,01% hingga 12,4% dari produk domestik bruto atau PDB. Sedangkan belanja negara dipatok antara 13,62% hingga 14,8%.
Secara keseluruhan, defisit APBN 2027 dipatok dalam rentang 1,8%-2,4% PDB.
Pada sisi pembangunan, pemerintah menargetkan tingkat pengangguran terbuka dapat turun ke kisaran 4,3%-4,87%, tingkat kemiskinan 6%-6,5%, dan kemiskinan ekstrem mencapai nol persen pada 2027.
Pemerintah juga memiliki target ambisius lainnya melalui APBN 2027. Pendapatan per kapita Indonesia atau gross national income per capita ditargetkan mencapai US$ 5.800 sampai US$ 5.840 atau sekitar Rp 96,4 juta.
Target ini meningkat dibandingkan target dalam APBN 2026 sebesar US$ 5.520 atau Rp 92,68 juta. Jika dihitung secara bulanan, maka target rerata pendapatan orang Indonesia ini naik dari Rp 7,72 juta per bulan pada 2026 menjadi Rp 8,03 juta per bulan pada 2027.
Berikut target asumsi makro dan postur RAPBN 2027:
Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027
- Pertumbuhan ekonomi: 5,8%-6,5%
- Inflasi: 1,5%-3,5%
- Suku bunga SBN tenor 10 tahun: 6,5%-7,3%
- Nilai tukar rupiah: 16.800-17.500 per dolar AS
- Harga minyak mentah Indonesia (ICP): US$ 70-95 per barel
- Lifting minyak mentah: 605-620 ribu barel per hari
- Lifting gas bumi: 951-990 ribu barel setara minyak per hari
Postur Rancangan APBN 2027
- Pendapatan negara: 12,01%-12,40% terhadap PDB
- Penerimaan perpajakan: 10,16%-10,50% terhadap PDB
- Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP): 1,85%-1,89% terhadap PDB
- Hibah: 0,002%-0,003% terhadap PDB
- Belanja negara: 13,81%-14,80% terhadap PDB
- Belanja pemerintah pusat: 11,26%-12,01% terhadap PDB
- Transfer ke daerah: 2,55%-2,79% terhadap PDB
- Keseimbangan primer: 0,45% hingga minus 0,14% terhadap PDB
- Defisit APBN: 1,80%-2,40% terhadap PDB
- Pembiayaan investasi: minus 0,50% hingga minus 0,90% terhadap PDB
- Rasio utang pemerintah: 40,31%-40,64% terhadap PDB.
