Purbaya Siap Cairkan Dana Karhutla Berapa Pun, Asal Tak Di-markup
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan siap mencairkan berapapun anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Anggaran untuk penanganan Karhutla berada di bawah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Iya, asal jangan di-mark up aja,” kata Purbaya kepada wartawan di kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (26/8).
Bendahara mengatakan, BNPB saat ini memiliki dana Rp 5 triliun untuk mengatasi bencana alam. Penambahan anggaran akan bergantung pada permintaan BNPB kepada Kemenkeu.
“BNPB belum ngasih biaya total, ya kami gak tau berapanya. kan Ini masih terjadi kan, dia akan assest ulang. Tapi hitungan saya sih enggak akan sebesar di Aceh. Karena kan Aceh masif sekali,” kata dia.
Ia memastikan, akan mencairkan berapapun anggaran yang diminta BNPB untuk penanggulangan Karhutla. Purbaya juga menyebut Kementerian Kehutanan juga meminta tambahan anggaran.
“Kementerian Kehutanan juga sudah minta anggaran, kami sudah kasih sebagian,” kata Purbaya.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengatakan, penanganan bencana di sejumlah lokasi saat ini mulai teratasi dan termitigasi. Dia berharap seluruh persoalan tersebut dapat diselesaikan dalam satu hingga dua pekan.
“Sekarang saya kira sudah mulai teratasi, termitigasi di beberapa tempat. Saya kira saya berharap dalam satu dua minggu ini bisa menyelesaikan semuanya,” kata Prabowo saat memberikan Perayaan dalam acara peluncuran Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt Peak (GWp) di Monumen Operasi Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8).
Purbaya menuturkan, untuk penanganan bencana dilakukan dengan pendekatan yang berbeda dengan belanja negara biasa. Pasalnya, bencana alam menyangkut hajat hidup orang banyak.
“Kami sih uangnya siap terus, tinggal BNPB operasinya seperti apa,” kata Purbaya.
