Destry Resmi Jadi Gubernur BI, Ini Pesan dari Perry Warjiyo
Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan selamat kepada Destry Damayanti yang telah resmi terpilih sebagai Gubernur BI. Ia pun menitipan pesan kepada Destry, serta Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior, dan Solikin M. Juhro yang juga baru terpilih sebagau Deputi Gubernur periode 2026-2031.
“Saya berharap Dewan Gubernur yang baru mampu memperkuat mandat Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, di tengah gejolak global yang masih berlanjut,” kata Perry dalam keterangannya, Selasa (1/9).
Destry menggantikan Perry yang mengundurkan diri pada akhir Juli 2026. Perry dalam pernyataannya juga menyampaikan ucapan terima kasih karena pernah dipercaya menduduki kursi pucuk pimpinan BI tersebut. Ia pun berharap, agar Bank Indonesia diberikan rahmat serta perlindungan dalam menjalankan mandatnya.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI), Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI, serta Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI untuk masa jabatan 2026-2031 pada Selasa (1/9) Keputusan ini disepakati dalam Rapat Paripurna DPR ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027.
Dalam Rapat Paripurna tersebut, Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun membacakan hasil uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap ketiganya. Komisi XI telah melaksanakan seleksi terhadap Destry pada Rabu (26/8), kemudian Solikin M. Juhro dan M. Anwar Bashori sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia pada Kamis (27/8).
Setelah itu, menurut dia, proses pengambilan keputusan dilakukan melalui rapat internal Komisi XI DPR. Berdasarkan musyawarah mufakat, Komisi XI menyetujui Destry Damayanti, Aida S. Budiman, dan Solikin M. Juhro sebagai calon terpilih.
“Dengan terpilihnya calon Gubernur, calon Deputi Gubernur Senior, dan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia yang sudah dipilih dan ditetapkan tersebut, diharapkan dapat mendorong Bank Indonesia bekerja lebih fokus dan terarah,” kata Misbakhun.
Setelah mendengar pemaparan hasil fit and proper test yang dibacakan Misbalkhun, Ketua DPR Puan Maharani selaku pimpinan rapat kemudian meminta persetujuan seluruh anggota rapat yang hadir.
“Apakah laporan Komisi XI DPR RI terhadap haasil uji kelayakan calon Gubernur, Deputi Gubernur Senior, dan Deputi Gubernur Bank Indonesia tersebut dapat disetujui?” kata Puan diamini peserta rapat.
Saat diseleksi oleh DPR, Destry memperkenalkan konsep 3I dan 1S sebagai kerangka dalam memperkuat arah kebijakan bank sentral ke depan. Destry menjelaskan, tiga aspek utama dalam konsep 3I adalah impactful, inklusif, dan integrasi.
“Sedangkan buat kami sinergi bukan hanya tentang bekerja bersama, tetapi tentang menyatukan kekuatan, saling melengkapi, dan melangkah seirama untuk mencapai hasil yang lebih baik daripada yang dapat diraih kalau kita bekerja sendirian,” ujar Destry dalam fit and proper test calon Gubernur BI di Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (26/8).
Dalam pemaparannya, Destry menyampaikan sejumlah inisiatif strategis yang akan menjadi fokus kebijakan BI. Salah satunya adalah penguatan bauran kebijakan Bank Indonesia untuk merespons tekanan sektor eksternal, nilai tukar, dan inflasi sekaligus menciptakan iklim ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan.
Dari sisi moneter, fokus utama tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas dengan tetap memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi. Suku bunga BI akan diarahkan secara pre-emptive dan forward-looking untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Stabilisasi rupiah juga akan diperkuat melalui smart intervention.
Sementara itu, operasi moneter yang lebih berorientasi pada mekanisme pasar akan dioptimalkan agar transmisi kebijakan semakin efektif dan likuiditas tetap memadai bagi pasar uang, perbankan, serta sektor riil.
Di sektor makroprudensial, Destry menekankan pentingnya kebijakan yang semakin pro-pertumbuhan, tetapi tetap berhati-hati. Berbagai instrumen makroprudensial akan dioptimalkan untuk mendorong pembiayaan, terutama kepada sektor-sektor prioritas. Sementara pada sistem pembayaran, kebijakan akan diarahkan untuk mempercepat perkembangan ekonomi dan keuangan digital secara aman, efisien, dan inklusif. Digitalisasi melalui QRIS juga akan terus dilanjutkan.
