Purbaya Optimistis Kelas Menengah RI Tumbuh dalam 2 Tahun, Ini Strateginya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kondisi kelas menengah Indonesia akan berbalik. Tekanan ekonomi yang sedang terjadi pada kelas ini ditargetkan membaik dalam satu hingga dua tahun ke depan.
"Betul, kelas menengah pendapatannya turun. Karena itu, kami akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat," kata Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Kamis (3/9).
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang selama ini berada di bawah 5% belum cukup kuat untuk menciptakan lapangan kerja formal secara berkelanjutan. Kondisi ini terjadi karena Indonesia mengalami deindustrialisasi yang membuat penciptaan pekerjaan di sektor formal kurang optimal.
Ia memperkirakan perekonomian RI perlu tumbuh di atas 6% hingga 6,5% agar mampu menciptakan lapangan kerja formal dalam jumlah besar. Penciptaan lapangan kerja formal menjadi kunci untuk memperbaiki kondisi kelas menengah.
“Kalau ekonomi tumbuh lebih cepat dari 6%, lapangan kerja tercipta, pendapatan kelas menengah meningkat, dan tumbuh masyarakat menengah baru,” katanya.
Pemerintah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi, melalui industrialisasi, untuk penciptaan lapangan kerja. Caranya dengan menghidupkan kembali sektor industri melalui berbagai program, termasuk hilirisasi.
Selain sektor padat modal, pemerintah juga membuka peluang memberikan dukungan kepada industri padat karya yang dinilai memiliki kemampuan lebih besar menyerap tenaga kerja. “Kami akan balik deindustrialisasi menjadi industrialisasi,” katanya.
Kementerian Keuangan akan berdiskusi dengan Kementerian Perindustrian untuk menentukan sektor-sektor yang perlu mendapatkan dorongan bantuan lebih besar. Salah satu sektor yang disinggung adalah industri tekstil.
Pemerintah siap memberikan insentif sesuai kebutuhan sektor tersebut. Langkah ini diharapkan tidak hanya mempercepat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja yang lebih berkelanjutan.
“Memang itu caranya untuk menciptakan kelas menengah dan menurunkan tingkat kemiskinan secara sustainable (berkelanjutan),” kata Purbaya.
Dengan strategi ini, ia berharap perbaikan kondisi kelas menengah mulai terlihat dalam waktu dekat. “Mungkin dalam setahun-dua tahun masyarakat menengah kita semakin tumbuh lagi,” ucapnya.
