SWF Terbesar Dunia akan Pangkas Investasi di Obligasi Pemerintah AS

Agustiyanti
4 September 2026, 15:09
dolar, SWF,soverein wealth fund, SWF norwegia
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

 Sovereign Wealth Fund atau SWF Norwegia telah mengusulkan pengurangan alokasi obligasi pemerintah dalam portofolio investasinya yang bernilai US$ 2,3 triliun. Langkah yang dilakukan untuk mendiversifikasi eksposur risiko dan meningkatkan imbal hasil ini terutama akan  berdampak pada kepemilikan obligasi pemerintah AS atau US treasury. 

Pimpinan Norge's Bank Investment Management (NBIM) menyatakan bahwa mereka merekomendasikan penurunan bobot sub-indeks obligasi pemerintah dalam portofolionya dari 70% menjadi 50%. Tingkat ini dinilai mampu menyediakan likuiditas yang memadai saat terjadi gejolak pasar, sekaligus memungkinkan mereka mencari imbal hasil yang lebih tinggi di sektor lain.

Usulan ini disampaikan NBIM dalam surat kepada kementerian keuangan negara tersebut, yang dipublikasikan pada Jumat (4/9).  Usulan realokasi ini akan secara bertahap memangkas kepemilikan Treasury NBIM dari 34,1% menjadi 21,9% dan mengurangi kepemilikan di kawasan euro dari 16,8% menjadi 14,1%, namun meningkatkan porsi obligasi pemerintah Jepang dari 4,6% menjadi 7,4%.

NBIM juga berencana mulai menentukan bobot kepemilikan obligasi pemerintah berdasarkan nilai pasar, bukan lagi berdasarkan PDB, mengingat tingginya beban utang di hampir semua negara maju.

Tekanan pada obligasi Treasury


Perubahan potensial ini terjadi pada saat yang sensitif bagi pasar Treasury, di mana imbal hasil obligasi jangka panjang melonjak ke level tertinggi dalam satu dekade. Hal ini seiring kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan fiskal AS dan beban utang yang kian membengkak.

"Pembeli dan pemegang obligasi Treasury AS yang selama ini dapat diandalkan kini berada di bawah tekanan," ujar ekonom Mohamed El-Erian kepada Carolin Roth dari CNBC dalam sebuah wawancara hari Jumat, seraya menyebutkan Jepang, Tiongkok, dan negara-negara Teluk sebagai contohnya.

El-Erian menilai, hal ini dapat menjadi sinyal bahwa investor tradisional kini kurang dapat mengandalkan obligasi pemerintah meski pengurangannya tidak signifikan. 

NBIM berencana meningkatkan kepemilikan instrumen pendapatan tetap AS non-pemerintah, seperti obligasi korporasi, dari 16,2% menjadi 27,6%.

CEO Nicolai Tangen dan Gubernur Bank Sentral Norwegia Ida Wolden Bache menyatakan bahwa dana tersebut dapat memperoleh imbal hasil (premi) lebih tinggi dengan melakukan diversifikasi ke aset-aset yang lebih berisiko, seperti sekuritas yang dijamin hipotek (mortgage-backed securities). Mereka menilai aset-aset ini memiliki posisi yang tepat untuk dihadapi oleh investor jangka panjang.

Tangen dan Wolden Bache menyebutkan bahwa sekuritas yang dijamin hipotek—instrumen yang sempat memiliki reputasi buruk akibat Krisis Keuangan 2008—cenderung bergerak berlawanan arah dengan saham saat terjadi krisis. Dengan demikian, aset ini dapat memberikan pengurangan volatilitas tambahan yang karakteristiknya lebih mirip dengan obligasi pemerintah dibandingkan obligasi korporasi.

Saat ini, NBIM memegang aset ekuitas senilai sekitar US$1,65 triliun, dengan kepemilikan hampir 1,5% dari seluruh saham perusahaan publik di dunia, serta aset pendapatan tetap senilai US$592 miliar.

Lembaga dana yang didirikan pada 1998 untuk menginvestasikan pendapatan minyak Norwegia ini telah mencatatkan rekor keuntungan dalam beberapa kuartal terakhir. Keuntungan ini didorong oleh investasi besar pada perusahaan teknologi AS dan Asia, serta perusahaan yang diuntungkan oleh lonjakan sektor kecerdasan buatan (AI), seperti saham-saham semikonduktor.

Namun, Tangen telah memperingatkan bahwa tingkat imbal hasil tersebut tidak akan dapat dipertahankan jika terjadi penurunan pasar. Pada kuartal pertama tahun 2025, dana tersebut mencatatkan kerugian sebesar $40 miliar seiring dengan sikap investor yang cenderung menghindari risiko 

Sebuah uji ketahanan atau stress test terbaru yang dilakukan NBIM menemukan bahwa koreksi pasar terkait AI dapat menggerus nilai portofolionya sebesar U$740 miliar, atau setara dengan 35% dari total nilainya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...