Utang Whoosh Berpotensi Dikelola INA dan SMI, Cicilan di Bawah Rp1 Triliun/Tahun
Menteri Keuangan atau Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Indonesia Investment Authority (INA) dan Sarana Multi Infrastruktur (SMI) kemungkinan yang akan mengelola kewajiban Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Ia menuturkan, saat ini proses pengambilalihan kewajiban dari Danantara masih berlangsung dan ditargetkan diserahkan pada 15 September .
“Ada kemungkinan, mungkin kami pakai SMI dan INA. Nanti kami lihat,” kata Purbaya kepada wartawan di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa (8/9).
Namun, hal tersebut masih kemungkinan. Ia menyebut, kewajiban Whoosh jumlahnya tidak terlalu besar. “Ternyata cicilannya tidak besar-besar sekali. Seharusnya sih satu Special Mission Vehicle (SMV) cukup,” kata dia.
Purbaya menuturkan, ia telah memetakan nominal yang perlu dibayarkan berkaitan dengan kewajiban tersebut. Ia memastikan dananya tersedia dan cukup.
“Jadi begini. Saya hanya melihat bebannya setiap tahun seperti apa. 'Oh kalau segini saja, cukup lah ditangani oleh satu SMV, satu perusahaan SMV di bawah Departemen Keuangan, atau dua'. Tetapi uangnya cukup lebih,” kata Purbaya.
Ia menggambarkan, utang whoosh tersebut besar, namun tenornya panjang yakni 80 tahun.
“Total utang besar, tapi di-stretch 80 tahun sudah direstrukturisasi. cicilannya Rp 1 triliun atau sedikit di bawah Rp 1 triliun dari tahun ke tahun. Ada yang tinggi, ada yang rendah, tapi kalau kita lihat oh masih bisa lah,” katanya.
Bendahara negara mengatakan, setelah ditestrukturisasi utang Whoosh tak sebesar yang ia bayangkan sebelumnya. “Jadi tidak semengerikan yang dibayangkan sebelumnya, karena utangnya sudah direstrukturisasi,” katanya.
Di sisi lain, ia juga mengungkapkan rencana mengembangkan Whoosh hingga ke Jawa Timur. Ia menuturkan telah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Cina terkait rencana tersebut.
“Nanti kami tarik ke Jawa Timur (Whoosh). Kan jadi punya saya kan, punya SMV itu kan kereta cepatnya, kami akan tarik ke Jawa Timur, saya sudah bicara dengan Menteri Keuangan Cina dan siapa yang berwenang di sana, sepertinya mereka tertarik,” kata Purbaya.
