Survei BI: Penjualan Eceran Juli 2026 Tumbuh 1,1%, Ditopang Makanan dan Minuman

Image title
10 September 2026, 11:50
BI, Bank Indonesia, penjualan eceran, makanan dan minuman
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/bar
Pekerja menata makanan di salah satu pasar swalayan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (2/7/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja penjualan eceran kembali tumbuh pada Juli 2026. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2026 yang mencapai 224,9 atau tumbuh 1,1% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut berbalik dari kinerja bulan sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar 3,0% (yoy).

BI menyebut sejumlah kelompok menjadi penopang pertumbuhan penjualan eceran pada Juli 2026, terutama Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Kelompok Barang Lainnya.

Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau mencatat indeks penjualan sebesar 318,0 dengan pertumbuhan 2,4% (yoy). Sementara itu, Kelompok Barang Lainnya memiliki indeks 90,6 dan tumbuh 5,3% (yoy).

Selain kedua kelompok tersebut, penjualan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori juga masih tumbuh positif sebesar 5,1% (yoy), dengan indeks penjualan mencapai 148,9.

Meski tumbuh secara tahunan, kinerja penjualan eceran secara bulanan mengalami kontraksi pada Juli 2026. BI mencatat penjualan eceran pada Juli 2026 turun 0,1% secara bulanan (month to month/mtm), kondisi ini berlawanan dengan pertumbuhan 0,7% (mtm) yang dicatatkan pada Juni 2026.

Namun, sejumlah kelompok masih mencatatkan pertumbuhan secara bulanan. Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi tumbuh 9,6% (mtm), diikuti Kelompok Barang Lainnya sebesar 8,4% (mtm), serta Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya sebesar 1,6% (mtm).

BI menjelaskan penurunan penjualan secara bulanan pada Juli dipengaruhi oleh normalisasi permintaan setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah.

Penjualan Agustus Diproyeksi Tumbuh 0,5%

BI memperkirakan kinerja penjualan eceran masih tumbuh secara tahunan pada Agustus 2026. IPR Agustus diprakirakan berada pada level 224,6 atau tumbuh 0,5% (yoy).

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh Kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau.

Kelompok Suku Cadang dan Aksesori diprakirakan mencatat indeks 150,0 dengan pertumbuhan 10,1% (yoy). Sementara Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau diprakirakan memiliki indeks 317,6 dan tumbuh 0,7% (yoy).

Di sisi lain, beberapa kelompok diproyeksikan masih mengalami kontraksi meski kinerjanya membaik. Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi diprakirakan terkontraksi 1,7% (yoy), sedangkan Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi terkontraksi 1,2% (yoy).

Secara bulanan, BI memperkirakan penjualan eceran pada Agustus relatif stabil dibandingkan Juli. Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi diprakirakan tumbuh 2,5% (mtm), Bahan Bakar Kendaraan Bermotor 2,3% (mtm), dan Suku Cadang dan Aksesori 0,8% (mtm).

BI menyebut peningkatan tersebut sejalan dengan permintaan yang tetap terjaga pada periode peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia.

Ekspektasi Penjualan Oktober dan Januari Menurun

Sementara itu, responden SPE memperkirakan kinerja penjualan eceran akan menurun pada Oktober 2026 dan Januari 2027. Hal tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Oktober 2026 yang turun menjadi 143,9 dari 148,3 pada periode sebelumnya.

IEP Januari 2027 juga turun menjadi 158,0, dibandingkan indeks Desember 2026 yang mencapai 171,6. BI menyebut responden memperkirakan penurunan tersebut terutama dipengaruhi normalisasi permintaan setelah HBKN Natal.

Dari sisi harga, responden memperkirakan tekanan inflasi akan menurun pada Oktober 2026 dan Januari 2027. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Oktober 2026 sebesar 146,5, turun dari 155,2 pada periode sebelumnya.

Sementara IEH Januari 2027 tercatat 166,0, lebih rendah dibandingkan 168,1 pada periode sebelumnya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...