Trump: AS Seharusnya Punya Suku Bunga Terendah di Dunia
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut, seharusnya tidak ada negara yang memiliki suku bunga lebih rendah dari AS. Pernyataan ini disampaikan hanya beberapa hari jelang pertemuan kebijakan Federal Reserve.
Trump saat berbicara dengan wartawan di turnamen golf Irish Open mengatakan tidak mengetahui apakah para pengambil kebijakan The Fed akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan minggu ini. Namun, ia menegaskan bahwa AS seharusnya membayar suku bunga terendah di dunia, terlepas dari data inflasi dan kondisi ekonomi yang menjadi acuan The Fed.
Indeks Harga Konsumen (IHK) dari Departemen Tenaga Kerja, yang menjadi tolok ukur utama inflasi int i mencatat kenaikan terbesar dalam empat bulan terakhir pada Jumat (11/9). Hal ini memperkuat perkiraan bahwa bank sentral AS akan menaikkan kisaran target suku bunga, yang saat ini berada di angka 3,5% hingga 3,75% pada akhir pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), Rabu (16/9).
Tekanan harga masih tinggi seiring ekonomi yang menghadapi kenaikan pajak impor Trump serta lonjakan harga energi yang dipicu oleh konflik terkait Iran. Banyak pihak di The Fed khawatir bahwa semakin lama inflasi bertahan di tingkat tinggi, semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan untuk mengembalikannya sesuai target.
Para pejabat bank sentral akan mengadakan pertemuan hanya beberapa minggu sebelum pemilihan umum paruh waktu yang akan menentukan apakah Partai Republik dapat mempertahankan keunggulan tipis mereka di kedua majelis Kongres AS. Menurut jajak pendapat terbaru Reuters/Ipsos, kenaikan suku bunga dapat menambah kekhawatiran pemilih mengenai keterjangkauan biaya hidup.
Tingkat kepuasan publik terhadap Trump telah menurun seiring dengan terus berlanjutnya inflasi. Ia berpendapat bahwa tingkat suku bunga The Fed telah menguntungkan negara-negara lain namun merugikan AS.
"Saya lebih paham soal rumus-rumus dibandingkan siapa pun, dan dengan peringkat kredit terbaik di dunia, kita justru membuat negara-negara lain menjadi kaya," ujar Trump pada hari Minggu.
Sang presiden, yang kerap mengkritik mantan Ketua The Fed Jerome Powell, telah menunjukkan sikap lebih mendukung terhadap kepemimpinan The Fed sejak sosok pilihannya untuk posisi ketua dijabat oleh Kevin Warsh mulai awal tahun ini. Namun, belakangan ini Trump telah menyampaikan tuntutannya dengan lebih tegas.
"Turunkan suku bunga atau saya berhenti berdagang dengan negara-negara yang menjadi sumber defisit kita," ujar Trump di media sosial dua minggu lalu.
Dalam pernyataan tambahan kepada wartawan pada Minggu (14/9), sebelum menaiki pesawat untuk kembali ke AS, Trump menegaskan kembali ancaman tersebut dan menyatakan AS tidak ingin mengalami defisit dengan negara-negara lain.
"Kita ingin mencatat surplus atau setidaknya mencapai titik impas," kata dia.
Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett menyebut Trump akan mendukung independensi Kevin Warsh apa pun langkah yang diambil The Fed terkait suku bunga. Namun, Hassett juga menyoroti preferensi Trump sendiri.
"Tapi jika The Fed menaikkan suku bunga, saya yakin dia (Trump tidak akan terlalu senang mendengarnya," ujarnya dalam acara Fox News Sunday.
