Menkeu Janjikan Penerbitan SBN Tetap Sesuai Target APBN 2026

Ade Rosman
27 Oktober 2026, 00:09
sbn, defisit, menkeu
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/tom.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan sambutan pada peluncuran Australia-Indonesia Partnership for Economic Development (Prospera) di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menjanjikan penerbitan surat berharga negara (SBN) sesuai dengan target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Bendahara negara itu menegaskan, penerbitan SBN akan sesuai target di tengah defisit yang diproyeksikan berada di kisaran 2,85% dari produk domestik bruto (PDB).

“Sudah kami umumkan, target defisit kita di 2,85 persen dari PDB. Itu sudah ada angka penerbitannya kan. Kami bekerja dengan itu,” kata Suahasil kepada awak media di hotel Fairmont, Jakarta, Senin (26/10). 

Adapun, pemerintah menargetkan defisit  APBN 2026 sebesar 2,85% terhadap PDB. Hingga 30 September 2026, tercatat realisasi surat berharga negara senilai Rp 497,5 triliun atau setara 62,6% dari total target Rp 799,5 triliun dalam APBN 2026.

Sebelumnya, Suahasil menyatakan bahwa Kementerian Keuangan tetap memantau perkembangan pasar keuangan sebelum menentukan waktu penerbitan Surat Berharga Negara.

Menurutnya, penerbitan SBN harus dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi pasar keuangan dan perekonomian global. Kedua faktor tersebut dapat memengaruhi pergerakan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah, termasuk SBN bertenor 10 tahun.

"Kalau pasar lagi bagus, kami terbitkan. Kalau lagi kurang bagus pasarnya, kita agak lakukan penyesuaian untuk melihat pasar," kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTA edisi Oktober, Jumat (9/10).

Rencana penerbitan SBN menjadi sorotan di tengah kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah. Pemerintah tetap membutuhkan penerbitan SBN untuk membiayai belanja negara dan menutup defisit APBN. Namun, kenaikan yield juga berpotensi menambah beban biaya utang pemerintah ke depan.

Dalam APBN 2026, pemerintah menetapkan asumsi yield SBN tenor 10 tahun sebesar 6,9%. Sementara itu, Kementerian Keuangan mencatat rata-rata yield SBN tenor 10 tahun hingga pertengahan September 2026 sebesar 6,8%, masih di bawah asumsi APBN.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...