Bank Sentral Dunia Makin Agresif Borong Emas, Diam-Diam Ubah Lokasi Penyimpanan

Mela Syaharani
27 Oktober 2026, 14:14
Emas, bank dunia
Pexels
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bank Investasi Global, Goldman Sachs memperkirakan bank sentral di seluruh dunia membeli 79 ton emas pada Agustus. Jumlah ini empat kali lipat dibandingkan rata-rata bulanan pembelian emas sebelum tahun 2022, saat dimulainya perang Rusia-Ukraina, yang hanya mencapai 17 ton emas.

Goldman Sachs menulis, bank sentral di negara-negara dengan perekonomian domestik maju sebagian besar tidak terlibat langsung dalam lonjakan pembelian emas selama empat tahun terakhir. Ini karena secara historis, mereka telah memiliki cadangan emas dalam jumlah besar.

“Meski begitu, bagi negara-negara dengan perekonomian domestik maju, perdebatannya kini bukan lagi mengenai jumlah emas yang dimiliki, melainkan lokasi penyimpanannya. Hal ini menunjukkan adanya kekhawatiran yang lebih luas terkait keamanan cadangan dan kepercayaan antarnegara,” kata Goldman dikutip Fortune, Selasa (27/10).

Goldman Sachs dalam catatannya menulis, bank sentral di seluruh dunia tak hanya secara diam-diam menambah kepemilikan emas sebagai aset safe haven atau aset lindung nilai yang aman. Mereka juga tidak mengungkapkan lokasi penyimpanan emas tersebut.

Berdasarkan catatan Goldman Sachs, pembelian emas mencapai 85 ton per bulan berdasarkan penyesuaian musiman selama tiga bulan.

Dari angka tersebut, Goldman memperkirakan lonjakan pembelian terbesar berasal dari Cina, sekitar 25 ton pada Agustus. Negeri asal Panda ini memang merupakan pembeli emas terbesar yang dapat diidentifikasi. Kendati demikian, Goldman Sachs masih membuka kemungkinan pembelian besar ini dapat berasal dari negara lainnya.

Goldman menulis, kepemilikan emas Cina masih berada di bawah tingkat sesuai dengan alokasi jangka panjang yang masuk akal. Namun, motivasi untuk melakukan diversifikasi dengan mengurangi ketergantungan pada mata uang cadangan negara-negara G7, terutama dolar AS masih tetap dimungkinkan.

Pemindahan Secara Diam-Diam

Pada September, bank sentral Belanda mengonfirmasi bahwa selama enam bulan sebelumnya, mereka telah memindahkan 86 ton emas dari New York dan Ottawa ke London. Bank tersebut menyatakan langkah tersebut membuat mereka lebih siap menghadapi krisis serius.

De Nederlandsche Bank (DNB) menyatakan, keputusan tersebut diambil karena meningkatnya ketidakstabilan geopolitik. Melalui langkah ini, DNB ingin meningkatkan kemudahan perdagangan emas Belanda.

Menurut DNB, emas yang disimpan di London di Bank of England, dianggap sebagai emas yang paling mudah diperdagangkan di dunia. 

“Hal ini menjadikan emas sebagai pilihan tercepat bagi DNB untuk digunakan dalam situasi krisis. Sebagian cadangan emas yang berada di New York dan Ottawa tidak dapat digunakan secara langsung dengan tingkat kemudahan yang sama,” tulis DNB. 

Sementara pada Maret lalu, Banque de France, bank sentral Prancis, juga mengumumkan telah menjual 129 ton emas, atau 5% dari total kepemilikan emasnya di New York. Sebagai gantinya, mereka membeli emas di Eropa. 

Berbeda dengan DNB, Banque de France tidak menyebutkan faktor geopolitik. Mereka justru merujuk pada keinginan untuk meningkatkan kemurnian kepemilikan emasnya hingga lebih dari 99,99%. Adapun emas yang disimpan di AS memiliki tingkat kemurnian di bawah angka tersebut.

Di sisi lain, Goldman menyebut kepemilikan emas bank sentral di Federal Reserve Bank of New York turun 40 ton pada Agustus, sedangkan kepemilikan di Bank of England meningkat 46 ton.

Goldman mengatakan ketika mereka melakukan survei terkait lokasi penyimpanan emas, persentase bank sentral yang menolak mengonfirmasi lokasi penyimpanan emas meningkat menjadi 12% pada 2026, dibandingkan dengan 10% pada tahun lalu.

Selain itu, bank sentral secara signifikan meningkatkan diversifikasi lokasi penyimpanan emas mereka di luar negeri dari 2% pada 2025 bertambah menjadi 10% pada 2026. Pada tahun ini, bank sentral juga lebih cenderung meningkatkan penyimpanan emas di dalam negeri, yakni sebesar 9%, dibandingkan dengan 5% pada 2025.

Menurut Goldman, tren ini diperkirakan akan berlanjut. Meskipun 18% bank sentral menolak menjawab di mana mereka akan menyimpan emas selama 12 bulan ke depan, sementara 9% menyatakan berencana melakukan diversifikasi lebih lanjut.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...