Upaya Lion Memupuk Kesigapan Awak Pesawat

Penulis: Ajeng Dinar Ulfiana

Editor: Arief Kamaludin

16 November 20188 Foto

Boeing selaku pabrikan pesawat meminta Lion Air Group untuk mengubah silabus pembelajaran bagi pilot di pusat pelatihannya.

Lion Group berusaha memperkuat industri penerbangan nasional, terutama dari dalam maskapai. Salah satu langkahnya memberi pelatihan bagi awak pesawat dan para pendukung yang dinamakan Lion City di Balaraja, Tangerang.

Para calon pramugari akan mengikuti pelatihan keadaan darurat atau emergency. Pelatihan ini terdiri dari empat tahapan yaitu dari pembelajaran di kelas, pelatihan memadamkan api, penyelamatan di darat, dan penyelamatan di air.

Di lokasi training, terdapat beberapa fasilitas mulai dari ruangan kelas, mock up pesawat Boeing 737 yang dilengkapi sejumlah pintu emergency. Ada pula tempat latihan teknikal serta kolam renang yang digunakan para calon pramugari‎ untuk melakukan simulasi penyelamatan di atas air.

Sebelumnya, Boeing selaku pabrikan pesawat, meminta pusat pelatihan yang dimiliki Lion Air Group yakni Angkasa Training Center (ATC), untuk mengubah silabus pembelajaran bagi pilot. Salah satu penambahan materi ajar yakni terkait penanganan masalah kecepatan udara atau airspeed unreliable.

Direktur ATC Lion Air, Dibyo Soesilo, mengatakan, materi airspeed unreliable termasuk dari tiga materi tambahan baru dari Boeing sejak 5 November lalu. Materi baru ini ada runaway stabilizer, airspeed unreliable, dan recovery training.

Runaway stabilizer merupakan pelatihan kepada pilot untuk mengatasi situasi ketika hidung pesawat tiba-tiba turun tanpa diperintah. Sementara itu recovery training melatih pilot untuk mengendalikan pesawat di berbagai situasi

Selengkapnya
Angkasa Training Center Lion Group
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA

Sejumlah pramugari dan pramugara melakukan latihan Emergency Training di Angkasa Training Center Lion Air Group, Balaraja, Banten (12/11).

Angkasa Training Center Lion Group
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA

Di lokasi pelatihan terdapat beberapa fasilitas mulai dari ruangan kelas, mock up pesawat Boeing 737 yang dilengkapi berbagai pintu emergency.

Angkasa Training Center Lion Group
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA

Pembelajaran di kelas emergency meliputi, pelatihan memadamkan api, melakukan penyelamatan di darat dan melakukan penyelamatan di air.

Angkasa Training Center Lion Group
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA

Kawasan Angkasa Training Center terdapat tempat latihan teknikal serta kolam renang yang digunakan para calon pramugari? untuk melakukan simulasi penyelamatan di atas air dan juga pendaratan darat.

Angkasa Training Center Lion Group
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA

Seorang teknisi simulator pilot mengawasi simulator yang sedang beroperasi di Training Center Lion Air , Bandara Mas, Banten (12/11).

Angkasa Training Center Lion Group
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA

Angkasa Training Center telah malakukan salah satu penambahan materi ajar bagi awak pesawat yakni terkait penanganan masalah airspeed (airspeed unreliable).

Angkasa Training Center Lion Group
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA

Seorang teknisi membongkar Flight Recorder (FR) di Angkasa Training Center Lion Air Group, Balaraja, Banten (12/11).

Angkasa Training Center Lion Group
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA

Lion Group ingin semakin mengokohkan posisinya di industri penerbangan nasional. Salah satu langkah yang dilakukan grup tersebut adalah  diberlakukannya pelatihan bagi awak pesawat dan para pendukung yang dinamakan Lion City di Balaraja, Tangerang.