Foto: Mengenang Didi Kempot, The Godfather of Broken Heart

Penulis: Donang Wahyu

6/5/2020, 08.50 WIB12 Foto

Musik campursari milik Lord Didi bercerita tentang patah hati dan berhasil merasuki kalangan milenial, serta mampu menembus lintas generasi

"...Dudu klambi anyar sing nang njero lemariku
Nanging bojo anyar sing mbok pamerke neng aku
Dudu wangi mawar sing tak sawang neng mripatku
Nanging kowe lali nglarani wong koyo aku
Neng opo seneng aku yen mung gawe laraku
Pamer bojo anyar neng ngarepku..."

Penggalan bait lagu yang berjudul Pamer Bojo ini bergemuruh, dinyanyikan bersama-sama seluruh penonton ketika Lord Didi, sebutan yang disematkan untuk Didi Kempot oleh para penggemarnya memulai konser. Ratusan, atau bahkan ribuan penggemarnya yang biasa disebut Sad Boys dan Sad Girls, atau sobat ambyar, memadati panggung sambil berjoget dan bernyanyi di bawah guyuran warna-warni sinar lampu.

Seakan dibius oleh sihir lirik-lirik yang diciptakan Sang Maestro, penonton yang sebagian besar anak-anak muda ini menyanyikan seluruh bait syair lagu yang dinyanyikan The Godfather of Broken Heartsebutan lain yang disematkan oleh penggemar Didi Kempot. Sesekali tampak wajah-wajah penuh ekspresi patah hati dan sedih yang begitu menghayati bait-bait lagu berbahasa jawa yang dinyanyikan.

Didi Kempot mengawali karir bermusiknya sejak 1984 sebagai seorang pengamen di kota Solo, Jawa Tengah. "Stasiun Balapan" adalah salah satu lagu yang melambungkan namanya. Perlahan musik campursari milik Lord Didi yang hampir semua liriknya bercerita tentang patah hati telah merasuki kalangan milenial dan mampu menembus lintas generasi.

Viralnya penyanyi campursari kelahiran Solo, 31 Desember 1966 ini tidak terlepas dari peran Rumah Bloger Indonesia (RBI) di mana tempat pertama kali para fans berkumpul untuk melakukan sebuah inovasi. Di sinilah gelar The Godfather of Broken Heart tersebut disematkan.

(Baca: Cerita di Balik Lagu Patah Hati Didi Kempot)

Kini kita tidak akan pernah lagi melihat penampilannya dan mendengarkan lantunan tembang-tembang campursari dinyanyikan langsung di atas panggung oleh Sang Maestro.  Kemarin Sang Maestro musik campursari dengan nama kecil Dionisius Prasetyo itu meninggalkan keluarga, orang dekat, serta seluruh penggemarnya karena serangan jantung.

Sebelum wafat, Didi Kempot baru saja menyelesaikan kerja sosial konser amal dari rumah untuk menggalang dana bagi korban Covid-19. Dari konser itu berhasil dikumpulkan dana sumbangan sekitar Rp 7 milliar.

Sepanjang kariernya, Didi Kempot telah menciptakan sekitar 800 lagu. Hampir sebagian lagu yang ditulisnya bertemakan patah hati dan kehilangan, serta menggunakan nama-nama tempat sebagai judul atau lirik lagunya.

Patah hati ojo ditangisi, tapi dijogeti!
Patah hati jangan ditangisi, tapi dijogetin!

Selamat jalan Maestro, The Godfather of Broken Heart.

Selengkapnya
Didi Kempot,
Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Sejumlah penggemar bergoyang menikmati aksi panggung penyanyi campursari Didi Kempot saat konser di Tigaraksa, Tangerang, Banten.

Didi Kempot,
Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Penyanyi campursari Didi Kempot beraksi di atas panggung saat konser di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Didi Kempot,
Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Suasana seusai konser penyanyi campursari Didi Kempot di Tigaraksa, Tangerang, Banten.

Didi Kempot,
Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Penyanyi campursari Didi Kempot (kanan) menghibur para penonton saat konser di Kelapa Gading, Jakarta.

Didi Kempot,
Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Seorang penggemar menikmati aksi panggung penyanyi campursari Didi Kempot saat konser di Tigaraksa, Tangerang, Banten.

Didi Kempot,
Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Sejumlah penggemar bergoyang menikmati aksi panggung penyanyi campursari Didi Kempot saat konser di Tigaraksa, Tangerang, Banten.

Didi Kempot,
Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Kaset pita penyanyi campur sari Didi Kempot di Jakarta.

Didi Kempot,
Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Sejumlah penggemar penyanyi campursari Didi Kempot berdiskusi di Rumah Bloger Indonesia, Solo, Jawa Tengah.

Didi Kempot,
Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Seorang penggemar menonton penyanyi campur sari Didi Kempot di Youtube, Jakarta.

Didi Kempot,
Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Portrait penyanyi campursari Didi Kempot di salah satu hotel di Kemayoran, Jakarta.

Didi Kempot,
Foto: ANTARA FOTO/Joni Pratama

Warga mengusung poster ucapan duka cita untuk mengenang penyanyi campursari Dionisius Prasetyo atau Didi Kempot yang meninggal dunia di Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/5/2020). Didi Kempot meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, Selasa (5/5/2020), dan rencananya akan dimakamkan di tempat kelahiran Ngawi, Jawa Timur.

Didi Kempot,
Foto: ANTARAFOTO/Maulana Surya

Kerabat menabur bunga di atas pusara almarhum penyanyi campursari Dionisius Prasetyo atau Didi Kempot sesuasi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Desa Majasem, Ngawi, Jawa Timur, Selasa (5/5/2020). Didi Kempot meninggal di Solo, Jawa Tengah pada usia 53 tahun.