Aksi Solidaritas Rakyat Indonesia untuk Venezuela (Foto: Katadata/Fauza Syahputra) Show
Katadata/Fauza Syahputra
Fauza Syahputra
7 Januari 2026, 08:10

[Foto] Aksi Solidaritas Rakyat Indonesia untuk Venezuela

Sejumlah kelompok masyarakat sipil dan aktivis pro demokrasi di Indonesia menggelar aksi solidaritas untuk Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa (6/1).

Mereka mengecam tindakan Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump yang melancarkan serangan militer ke Venezuela dan penculikan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores.

Dalam pernyataan sikap bersama, mereka menilai agresi militer AS merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip dasar perdamaian dunia, penghormatan atas kedaulatan negara dan hak penentuan nasib sendiri setiap bangsa sebagaimana tercantum dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Mereka juga menuntut Pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas mengecam agresi militer Amerika Serikat dan menuntut pembebasan Presiden Maduro. Massa aksi juga mendesak PBB untuk memberikan sanksi kepada AS atas pelanggaran yang dilakukannya terhadap Prinsip Perdamaian Dunia.

Sebelumnya militer AS melakukan serangan besar-besaran dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores pada Sabtu (3/1). Trum menjelaskan bahwa penangkapan tersebut didasari oleh pemerintahan Maduro yang telah membanjiri AS dengan narkoba dan anggota geng.

Sementara itu sehari sebelum serangan, Maduro menyatakan siap melakukan dialog dengan Washington untuk memerangi perdagangan narkoba, namun AS tetap ingin memaksa perubahan pemerintahan di Venezuela dan mendapat akses ke cadangan minyak mereka.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Fauza Syahputra
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini