[Foto] Kepulangan 9 WNI ke Tanah Air Setelah Bebas dari Tahanan Israel
Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penahanan oleh Israel telah kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, pada Minggu (24/3) pukul 15.30 WIB.
Kedatangan mereka diiringi dengan suasana haru saat sejumah keluarga dan kerabat yang hadir secara langsung memberikan salam dan pelukan ketika menyambut kepulangannya.
Sebelumnya, kapal yang ditumpangi sembilan WNI dalam pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang sedang menjalani misi kemanusiaan untuk mengirim bantuan ke Palestina diintersepsi oleh militer Israel di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur pada 18 Mei 2026. Para relawan kemudian ditahan di kota Ashdod, Israel.
Sembilan WNI dibebaskan pada Kamis (21/5) dan kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan di Istanbul, Turki sebelum akhirnya bertolak kembali ke Tanah Air.
Menteri Luar Negeri Sugiono yang turut hadir dalam penjemputan kepulangan sembilan WNI tersebut menyampaikan apresiasi kepada lembaga yang terlibat dalam pembebasan warganya itu.
"Hari ini, kita kedatangan teman-teman dari aktivis kemanusiaan, yang kita ketahui mereka telah ditahan oleh militer Israel. Dan kemudian mereka berada dalam kondisi selamat," kata Sugiono dalam konferensi pers saat penjemputan itu.
Ia juga menyampaikan apresiasi yang kepada Pemerintah Turki atas peran dan dukungannya dalam memfasilitasi proses pembebasan para WNI.
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nym.
Menteri Luar Negeri Sugiono (tengah) menyambut kedatangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusian Global Sumud Flotilla setibanya dari Istambul, Turkiye di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). Sembilan WNI yang terdiri dari jurnalis dan relawan sebelumnya sempat ditahan tentara Zionis Israel saat menjalankan misi kemanusiaan mengantarkan bantuan untuk Gaza, Palestina.
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nym.
Warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusian Global Sumud Flotilla berjalan keluar setibanya dari Istambul, Turkiye di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). Sembilan WNI yang terdiri dari jurnalis dan relawan sebelumnya sempat ditahan tentara Zionis Israel saat menjalankan misi kemanusiaan mengantarkan bantuan untuk Gaza, Palestina.
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nym.
Pewarta foto media Republika Thoudy Badai (tengah) yaitu seorang dari sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusian Global Sumud Flotilla mendapat pelukan dari keluarga setibanya dari Istambul, Turkiye di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). Sembilan WNI yang terdiri dari jurnalis dan relawan sebelumnya sempat ditahan tentara Zionis Israel saat menjalankan misi kemanusiaan mengantarkan bantuan untuk Gaza, Palestina.
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./nym.
Pewarta Foto Republika Toudy Badai Rifan Billah (kiri) bersama ibunya saat keluar dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). Pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak berhasil memulangkan sembilan WNI yang sempat ditahan oleh militer Israel saat melakukan misi kemanusian Global Sumud Flotilla 2.0.
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./nym.
Aktivis Asad Aras Muhammad (kiri) bertemu dengan keluarganya saat keluar dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). Pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak berhasil memulangkan sembilan WNI yang sempat ditahan oleh militer Israel saat melakukan misi kemanusian Global Sumud Flotilla 2.0.
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./nym.
Menteri Luar Negeri Sugiono (kedua kanan) bersama sembilan WNI berjalan keluar dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). Pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak berhasil memulangkan sembilan WNI yang sempat ditahan oleh militer Israel saat melakukan misi kemanusian Global Sumud Flotilla 2.0.
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./nym.
Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Al-Sattari (kanan) menyapa Aktivis Hendro Prasetyo (kiri) saat keluar dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). Pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak berhasil memulangkan sembilan WNI yang sempat ditahan oleh militer Israel saat melakukan misi kemanusian Global Sumud Flotilla 2.0.
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./nym.
Aktivis Hendro Prasetyo berjalan keluar dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). Pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak berhasil memulangkan sembilan WNI yang sempat ditahan oleh militer Israel saat melakukan misi kemanusian Global Sumud Flotilla 2.0.
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./nym.
Pewarta Foto Republika Toudy Badai Rifan Billah (kedua kanan) Pewarta Republika Bambang Noroyono (kedua kiri), Pewarta Tempo Andre Prasetyo Nugroho (kiri) dan Aktivis Hendro Prasetyo (kanan) berfoto bersama saat keluar dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). Pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak berhasil memulangkan sembilan WNI yang sempat ditahan oleh militer Israel saat melakukan misi kemanusian Global Sumud Flotilla 2.0.