[Foto] Tiga Jari Simbol Protes Mahasiswa, Tuntut Pemerintah Tangani Karhutla
Gabungan mahasiswa dari Komite Sadar dan sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (28/10).
Dalam aksi ini mereka membawa sejumlah poster yang berisi tuntutan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan mendesak pemerintah untuk menetapkan kejadian tersebut sebagai bencana nasional sambil mengangkat tiga jari sebagai bentuk simbol protes.
Peserta aksi juga membentangkan spanduk bertuliskan "All Eyes on Karhutla Prabowo Harus Bertanggung Jawab". Melalui pesan tersebut massa menuntut pertanggung jawaban Presiden Prabowo Subianto atas persoalan karhutla di Indonesia.
Demonstrasi yang digelar bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ini juga sebagai bentuk evaluasi dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Massa menyampaikan sejumlah tuntutan lainnya mulai dari hentikan pemborosan anggaran negara, perbaliki kualitas pendidikan dan lapangan kerja, tegakkan hukum dan berantas korupsi hingga kembalikan kebebasan bersuara serta adili pelanggar HAM.
Katadata/Fauza Syahputra
Mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat berunjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Dalam aksinya tersebut demostrasan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah mulai dari tetapkan karhutla sebagai bencana nasional, hentikan pemborosan anggaran negara, perbaliki kualitas pendidikan, tegakkan hukum dan berantas korupsi hingga kembalikan kebebasan bersuara dan adili pelanggar HAM.
Katadata/Fauza Syahputra
Mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat berunjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Dalam aksinya tersebut demostrasan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah mulai dari tetapkan karhutla sebagai bencana nasional, hentikan pemborosan anggaran negara, perbaliki kualitas pendidikan, tegakkan hukum dan berantas korupsi hingga kembalikan kebebasan bersuara dan adili pelanggar HAM.
Katadata/Fauza Syahputra
Mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat berunjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Dalam aksinya tersebut demostrasan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah mulai dari tetapkan karhutla sebagai bencana nasional, hentikan pemborosan anggaran negara, perbaliki kualitas pendidikan, tegakkan hukum dan berantas korupsi hingga kembalikan kebebasan bersuara dan adili pelanggar HAM.
Katadata/Fauza Syahputra
Mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat berunjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Dalam aksinya tersebut demostrasan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah mulai dari tetapkan karhutla sebagai bencana nasional, hentikan pemborosan anggaran negara, perbaliki kualitas pendidikan, tegakkan hukum dan berantas korupsi hingga kembalikan kebebasan bersuara dan adili pelanggar HAM.
Katadata/Fauza Syahputra
Mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat berunjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Dalam aksinya tersebut demostrasan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah mulai dari tetapkan karhutla sebagai bencana nasional, hentikan pemborosan anggaran negara, perbaliki kualitas pendidikan, tegakkan hukum dan berantas korupsi hingga kembalikan kebebasan bersuara dan adili pelanggar HAM.
Katadata/Fauza Syahputra
Mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat berunjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Dalam aksinya tersebut demostrasan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah mulai dari tetapkan karhutla sebagai bencana nasional, hentikan pemborosan anggaran negara, perbaliki kualitas pendidikan, tegakkan hukum dan berantas korupsi hingga kembalikan kebebasan bersuara dan adili pelanggar HAM.
Katadata/Fauza Syahputra
Mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat berunjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Dalam aksinya tersebut demostrasan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah mulai dari tetapkan karhutla sebagai bencana nasional, hentikan pemborosan anggaran negara, perbaliki kualitas pendidikan, tegakkan hukum dan berantas korupsi hingga kembalikan kebebasan bersuara dan adili pelanggar HAM.
Katadata/Fauza Syahputra
Mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat berunjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Dalam aksinya tersebut demostrasan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah mulai dari tetapkan karhutla sebagai bencana nasional, hentikan pemborosan anggaran negara, perbaliki kualitas pendidikan, tegakkan hukum dan berantas korupsi hingga kembalikan kebebasan bersuara dan adili pelanggar HAM.
Katadata/Fauza Syahputra
Mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat berunjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Dalam aksinya tersebut demostrasan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah mulai dari tetapkan karhutla sebagai bencana nasional, hentikan pemborosan anggaran negara, perbaliki kualitas pendidikan, tegakkan hukum dan berantas korupsi hingga kembalikan kebebasan bersuara dan adili pelanggar HAM.
Katadata/Fauza Syahputra
Personel kepolisian berjaga saat mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat berunjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Dalam aksinya tersebut demostrasan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah mulai dari tetapkan karhutla sebagai bencana nasional, hentikan pemborosan anggaran negara, perbaliki kualitas pendidikan, tegakkan hukum dan berantas korupsi hingga kembalikan kebebasan bersuara dan adili pelanggar HAM.
Katadata/Fauza Syahputra
Mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat berunjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Dalam aksinya tersebut demostrasan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah mulai dari tetapkan karhutla sebagai bencana nasional, hentikan pemborosan anggaran negara, perbaliki kualitas pendidikan, tegakkan hukum dan berantas korupsi hingga kembalikan kebebasan bersuara dan adili pelanggar HAM.
Katadata/Fauza Syahputra
Mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat berunjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Dalam aksinya tersebut demostrasan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah mulai dari tetapkan karhutla sebagai bencana nasional, hentikan pemborosan anggaran negara, perbaliki kualitas pendidikan, tegakkan hukum dan berantas korupsi hingga kembalikan kebebasan bersuara dan adili pelanggar HAM.
Katadata/Fauza Syahputra
Mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat berunjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Dalam aksinya tersebut demostrasan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah mulai dari tetapkan karhutla sebagai bencana nasional, hentikan pemborosan anggaran negara, perbaliki kualitas pendidikan, tegakkan hukum dan berantas korupsi hingga kembalikan kebebasan bersuara dan adili pelanggar HAM.
Katadata/Fauza Syahputra
Mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat terlibat adu dorong dengan personel kepolisian saat berunjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Dalam aksinya tersebut demostrasan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah mulai dari tetapkan karhutla sebagai bencana nasional, hentikan pemborosan anggaran negara, perbaliki kualitas pendidikan, tegakkan hukum dan berantas korupsi hingga kembalikan kebebasan bersuara dan adili pelanggar HAM.
Katadata/Fauza Syahputra
Seorang warga membawa poster tuntutan saat berunjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Dalam aksinya tersebut demostrasan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah mulai dari tetapkan karhutla sebagai bencana nasional, hentikan pemborosan anggaran negara, perbaliki kualitas pendidikan, tegakkan hukum dan berantas korupsi hingga kembalikan kebebasan bersuara dan adili pelanggar HAM.