Pemerintah Datangkan 150 Ribu PCR untuk Percepat Pemeriksaan Corona

Sebanyak 150 ribu reagen untuk tes virus corona menggunakan metode PCR ini akan didistribusikan ke seluruh laboratorium pemeriksaan corona.
Dimas Jarot Bayu
15 April 2020, 18:10
alat tes corona, virus corona, covid 19, tes pcr
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.
Seorang dokter berjalan di dekat alat tes swab virus Corona berupa Polymerase Chain Reaction diagnostic kit (PCR) di Laboratorium Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020).

Pemerintah telah mendatangkan 150 ribu reagen yang akan digunakan untuk mendeteksi virus corona Covid-19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Pengadaan 150 ribu reagen ini demi mempercepat tes PCR untuk mendeteksi corona di seluruh Indonesia.

“Ini akan segera kita distribusikan ke laboratorium-laboratorium yang sudah jadi jejaring pemeriksaan Covid-19,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Covid-19 Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (15/3).

Tak hanya itu, pemerintah juga bakal meningkatkan jumlah laboratorium yang bisa memeriksa corona melalui metode PCR. Yurianto nengatakan, saat ini ada 32 laboratorium yang sudah dapat melakukan pemeriksaan PCR.

Pemerintah menargetkan 78 laboratorium di seluruh Indonesia dapat melakukan pemeriksaan PCR. “Kita harus menuju target untuk melakukan 10 ribu tes PCR real time per hari,” kata Yurianto.

Advertisement

(Baca: Jumlah Orang Berstatus PDP Corona di RI Bertambah jadi 11 Ribu )

Lebih lanjut, pemerintah telah mengkonversi 305 dari 900 mesin tes cepat molekuler (TCM). Meski demikian, mesin tersebut tak bisa langsung digunakan untuk mendeteksi corona.

Menurut Yurianto, butuh cartridge khusus agar mesin TCM tersebut dapat melakukan pemeriksaan corona. “Ini tinggal menunggu datangnya cartridge untuk Covid-19. Kami berharap pada minggu ini sudah bisa kami operasionalkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yurianto juga menyatakan ada 800 rumah sakit yang telah menjadi rujukan penanganan corona di Indonesia. Sejumlah rumah sakit rujukan tersebut miliki pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BUMN, dan swasta.

Yurianto mengatakan, 800 rumah sakit tersebut memiliki daya tampung lebih dari 4 ribu tempat tidur. Meski demikian, rumah sakit rujukan tersebut hanya akan digunakan untuk merawat pasien penderita corona dengan gejala sedang hingga berat.

(Baca: Indonesia Mulai Produksi 200 Ventilator Portabel Akhir Bulan Ini)

Pasien penderita corona dengan gejala ringan akan dirujuk ke rumah sakit darurat, seperti di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta dan Pulau Galang, Kepulauan Riau. Menurut Yurianto, rumah sakit darurat Wisma Atlet memiliki daya tampung sebanyak 2 ribu tempat tidur.

Sedangkan rumah sakit di Pulau Galang memiliki daya tampung 400 tempat tidur. “Sudah juga disiapkan beberapa tempat untuk melaksanakan kegiatan serupa yang dilaksanakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah,” ujar dia.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait