Tingkat Kematian Covid-19 di Jakarta 10%, Anies Desak PSBB ke Terawan

Anies Baswedan meminta Menteri Kesehatan segera berlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena tingkat kematian Covid-19 di IJakarta capai 10%.
Image title
2 April 2020, 17:49
covid 19, anies baswedan, jakarta, virus corona, tingkat kematian, psbb jakarta
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.
Pekerja melayani pembeli dari balik plastik pembatas di Jakarta, Kamis (2/4/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar PSBB diberlakukan di Jakarta setelah tingkat kematian Covid-19 di Ibu Kota mencapai angka 10%.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan bahwa tingkat kematian pasien positif virus corona atau Covid-19 di ibu kota telah mencapai 10%. Angka tersebut jauh di atas rata-rata tingkat kematian secara global meskipun cukup banyak pasien yang telah dinyatakan sembuh.

"Case fatality rate-nya 10%, angka itu dua kali lipat dibandingkan angka rata-rata global. Angka global 4,4% ini artinya sangat mengkhawatirkan," kata dia saat menggelar rapat virtual bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Jakarta, Kamis (2/4).

Anies membeberkan jumlah kasus positif corona di Jakarta hingga hari ini  mencapai 885 kasus. Dari jumlah tersebut ada 561 pasien yang masih dalam perawatan, 181 orang yang isolasi mandiri dan 53 orang dinyatakan sembuh. Sementara untuk pasien meninggal mencapai 90 orang.

(Baca: Satu Bulan Corona di Indonesia, 1.790 Kasus Positif dan 170 Kematian)

Advertisement

Tak hanya itu, berdasarkan catatan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta yang mengurusi pemakaman, hingga kemarin ada 401 orang yang dimakamkan menggunakan standar operasional prosedur (SOP) pemakaman pasien covid-19. Mereka diduga meninggal karena terinfeksi virus corona.

"Pagi ini saja itu ada 38 jenazah yang dimakamkan dengan protap Covid-19 ini baru setengah hari. Jadi situasinya di Jakarta ini sangat-sangat menghawatirkan. Itulah mengapa pada awal pekan kemarin kami mengirimkan surat kepada bapak presiden, mengajukan agar dilakukan langkah pembatasan ekstrim," kata Anies.

Oleh karena itu, Anies menilai diperlukan langkah ekstrim dengan melakukan karantina wilayah (lockdown) untuk memutus penularan. Kendati telah ditolak pemerintah pusat, Pemprov DKI Jakarta akan kembali mengirimkan surat kepada Kementerian Kesehatan untuk memberikan kebijakan tersendiri.

"Kepada Menteri Kesehatan kami meminta untuk segera menetapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk Jakarta," ujarnya.

(Baca: Satu Bulan Corona di Indonesia, Separuh Kasus Tersebar di Jakarta)

Adapun satu bulan setelah pemerintah pusat resmi mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia, jumlah kasus positif corona telah melonjak menjadi 1.790 orang. Hari ini terdapat tambahan 113 kasus baru.

"Ada penambahan kasus konfirmasi positif baru sebanyak 113 orang, sehingga jumlah total menjadi 1790 kasus positif akumulatif," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta. 

Dari jumlah tersebut, ada penambahan 13 kasus kematian baru sehingga jumlah orang yang meninggal dunia akibat corona mencapai 170 orang. Adapun  pasien yang dinyatakan sembuh dari penyakit tersebut bertambah sembilan orang. Secara akumulatif, total pasien yang telah dinyatakan dua kali negatif dari corona mencapai 112 orang.

(Baca: Usul BPTJ Tutup Jalan Masuk Jabodetabek Menanti Restu Menteri Terawan)

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait