Anies Baswedan Siapkan Hotel untuk Tempat Tinggal Tenaga Medis Corona

Hotel milik Pemprov DKI Jakarta, Hotel Grand Cempaka dan hotel yang dikelola Jaktour akan menjadi tempat tinggal sementara tenaga medis corona.
Image title
26 Maret 2020, 16:58
anies baswedan, pandemi corona, virus corona, hotel grand cempaka
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menggunakan hotel milik Pemprov untuk menjadi tempat tinggal sementara tenaga medis corona.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan hotel dengan kapasitas 700 kamar untuk menampung tenaga medis yang menangani pasien virus corona atau Covid-19. Pasalnya, sebagian besar tenaga medis memilih untuk tidak pulang ke rumah lantaran takut menularkan virus kepada keluarganya.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya akan menggunakan Hotel Grand Cempaka, di Cempaka Putih, Jakarta Pusat,  miliknya untuk menjadi tempat tinggal sementara bagi seluruh tenaga medis dari 24 rumah sakit yang menangani pasien corona.

"Mulai hari ini kami menyiapkan fasilitas tempat tinggal kepada tenaga medis, bagi dokter dan perawat, di hotel Grand Cempaka milik Pemprov DKI Jakarta. Sehingga mereka bisa istirahat dengan tenang, nyaman, semua kebutuhannya dipenuhi, tidak harus jauh-jauh pulang ke rumah," kata Anies saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/3).

Menurut Anies, sejauh ini sudah ada 138 orang tenaga medis dari Rumah Sakit Pasar Minggu dan Rumah Sakit Tarakan yang memanfaatkan fasilitas tersebut. Kamar yang disediakan di tempat tersebut sebanyak 220 kamar dengan 414 tempat tidur.

Advertisement

(Baca: Meningkat 53 Pasien, Jakarta Masih Dominasi Kasus Positif Corona di RI)

Tak hanya itu, tiga hotel lain yang dikelola oleh Jaktour juga tengah dipersiapkan bagi tenaga medis. "Jadi total yang nantinya bisa menampung Itu hampir 700 tempat tidur yang akan bisa menampung seluruh tenaga medis dan dokter dan perawat," ujarnya.

Adapun penyebaran virus corona terus meluas. Bahkan, wabah ini tak hanya menginfeksi masyarakat biasa, namun tenaga medis juga sangat berisiko tertular virus ini. Berdasarkan catatan Anies, hingga kini terdapat total 50 orang terdiri dari dokter dan perawat yang terinfeksi Covid-19 di ibu kota. 

Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan data pada 20 Maret 2020. "Jumlah tenaga medis yang terpapar virus corona di Jakarta saja 50 orang. Ada dua yang meninggal dan ini terjadi di 24 rumah sakit di seluruh Jakarta," ujar Anies.

Oleh karena itu, pemerintah akan memberikan dukungan penuh bagi seluruh tenaga medis. Dukungan diberikan dengan menyiapkan alat pelindung diri dengan jumlah dan kualitas yang memadai serta memprioritaskan tenaga medis untuk mendapatkan rapid test.

(Baca: Anies Sebut 50 Orang Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Virus Corona)

 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait