Layani Masyarakat Saat Pandemi Corona, Erick Thohir: BUMN Siap Rugi

BUMN dengan fungsi layanan transportasi harus tetap beroperasi meski di tengah pandemi. Layanan bank Himbara juga tetap operasional.
Image title
24 Maret 2020, 15:42
bumn, erick thohir, pandemi corona, virus corona
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan bahwa BUMN siap rugi demi terus melayani masyarakat di tengah pandemi corona.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan pelat merah harus siap merugi saat menghadapi pandemi corona di Tanah Air, demi terus melayani masyarakat.

"Untung-rugi nanti lah. Yang pasti, pada saat-saat ini, pasti BUMN seperti Angkasa Pura dan Kereta Api Indonesia harus siap rugi karena harus tetap melayani masyarakat," kata Erick di kantornya, Jakarta, Selasa (24/3).

Selain perusahaan yang menyediakan jasa layanan transportasi, Erick juga mengatakan bank-bank milik pemerintah juga harus tetap melayani masyarakat meski di tengah wabah virus corona. Meski begitu, bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tidak boleh rugi.

(Baca: Risau Pasien Melonjak, Erick Thohir Pastikan Logistik Wisma Atlet Aman)

Advertisement

"Apa lagi kalau nanti ada program BLT (bantuan langsung tunai), kan pasti banyak perusahaan perbankan BUMN yang menjadi tempat menyalurkan langsung ke rakyat," katanya.

Meski memastikan layanan instansi milik kementerian tetap beroperasi secara normal, Erick telah meminta kepada seluruh BUMN untuk membatasi aktivitas yang bersifat melibatkan banyak orang, seperti rapat di luar daerah. "Jadi banyak hal yang dibatasi. Tapi secara umum BUMN tetap beraktivitas seperti biasa," ujar Erick.

Erick mengatakan, hingga saat ini pun tidak ada instruksi untuk penutupan layanan BUMN. Dia memastikan BUMN tetap beroperasi seperti biasa, terutama instansi yang melayani publik seperti perbankan, telekomunikasi, bandara, pelabuhan, ferry, penerbangan, kereta api, bus, operator jalan tol, rumah sakit, hingga farmasi.

Hanya saja, menurut Erick, dalam internal kementerian menjaga semua bentuk rapat, jumlah orang yang hadir dalam rapat, serta melakukan pembatasan mobilitas. Di samping itu, ia mengatakan, waktu rapat juga dibatasi.

(Baca: Erick Tohir Targetkan BUMN Farmasi Pasok 4,7 Juta Masker Akhir Bulan)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait