Corona Menyebar ke Daerah, Jokowi Ingin APBD Fokus Bantu Masyarakat

Jokowi meminta pemerintah daerah pangkas belanja yang tak jadi prioritas dan dialihkan menjadi bantuan sosial untuk masyarakat yang terdampak pandemi.
Image title
24 Maret 2020, 12:08
pandemi corona, jokowi, belanja daerah, apbd,
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/aww.
Presiden Jokowi meminta agar APBD difokuskan ulang dan dialokasikan untuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak pandemi corona seiring dengan menyebarnya corona ke provinsi lainnya di Indonesia.

Pandemi corona (Covid-19) telah merebak hingga ke 189 negara. Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengakui sulit untuk mencegah virus corona masuk ke suatu negara, atau ke provinsi lain di Indonesia.

"Virus sudah menjadi pandemi dan sangat sulit dicegah masuk ke sebuah negara, provinsi, kabupaten/kota," kata dia dalam video conference Pengarahan Presiden kepada para Gubernur dalam menghadapi Covid-19, Jakarta, Selasa (24/3).

Jokowi mengatakan bahwa dia telah menerima informasi dari Kedutaan Besar bahwa ada tiga negara yang baru terjangkit corona, yaitu Suriah, Srilanka, dan Mozambik.

Oleh karena itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus memiliki satu visi dalam menyusun kebijakan. Hal tersebut juga perlu diikuti dengan perhitungan dampak dari suatu kebijakan terhadap masyarakat.

Advertisement

(Baca: Corona Menyebar ke 22 Provinsi, Kasus Baru di Jambi & Maluku Utara)

Mantan Walikota Solo tersebut berharap, pemerintah daerah dalam memperhitungkan efek dari keputusan yang diambil. Sebagai contoh, pemerintah daerah perlu memperhitungkan dampak orang yang tidak bekerja bila menutup tempat transaksi ekonomi. "Tolong hitung berapa pedagang asongan, becak, supir yang tidak bekerja," ujar dia.

Selain itu, dia juga meminta pemerintah daerah untuk memfokuskan ulang dan mengalihkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Seluruh pemerintah daerah diharapkan dapat memangkas rencana belanja yang tidak menjadi prioritas, seperti anggaran perjalanan dinas, pertemuan, dan belanja lainnya yang tidak langsung berdampak pada masyarakat," kata Jokowi.

Jokowi berharap, anggaran tersebut dapat dialihkan untuk bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak pandemi corona. "Karena kondisi fiskal kita bukan kondisi yang enteng," ujar dia.

(Baca: Hitung Dampak Corona, Jokowi: Sopir Angkot dan Ojek Paling Terdampak)

Sebagaimana diketahui, jumlah kasus positif virus corona Covid-19 hingga Senin (23/3) bertambah 65 orang sehingga jumlahnya menjadi 579 orang sejak pertama kali muncul di Indonesia tiga pekan lalu.

Data yang dirilis ini merupakan hasil pengumpulan yang dilakukan pemerintah mulai dari Minggu (22/3) pukul 12.00 WIB hingga Senin siang (23/3).  "Ada penambahan yang terdistribusi di berbagai provinsi," kata juru bicara penanganan nasional virus corona Achmad Yurianto di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Senin (23/3).

Dia mengatakan selain itu ada penambahan jumlah pasien positif meninggal yakni satu orang. Ini berarti total 49 orang menjadi korban pandemi tersebut. “Ada penambahan kasus yang sembuh 1 orang sehingga total 30 orang,” kata Yurianto.

Kasus paling banyak masih terjadi di Provinsi DKI Jakarta dengan jumlah 353 kasus. Di bawahnya ada Jawa Barat dan Banten dengan 59 serta 56 kasus. Yurianto mengatakan angka sebaran penyakit ini akan menjadi bekal pemerintah untuk menyalurkan alat pelindung diri, masker, dan obat-obatan.

(Baca: Cegah Dampak Corona, DPR Usul Perppu Kenaikan Defisit APBN Jadi 5%)

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait