Jakarta Jadi Episentrum Corona, Anies Larang Masyarakat Ibadah Bersama

Aturan ini telah diterima oleh pemuka agama semua agama yang ada.
Image title
19 Maret 2020, 17:43
anies baswedan, virus corona, dki jakarta, larangan ibadah bersama
ANTARA FOTO/Suwandy/ama.
Warga muslim melakukan salat di masjid. Gubernur DKI Jakarta melarang seluruh kegiatan ibadah yang dilakukan bersama-sama untuk mencegah virus corona menyebar.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi melarang seluruh aktivitas ibadah secara bersama-sama bagi seluruh penganut agama dan kepercayaan di ibu kota selama dua pekan. Hal ini guna mencegah penularan virus corona atau Covid-19.

Anies mengatakan bahwa aturan tersebut telah diterima oleh semua pemuka agama baik itu Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha. Hari raya Nyepi umat Hindu yang jatuh pada 25 Maret 2020 juga akan dilakukan di rumah masing-masing. 

"Kegiatan ibadah yang dilakukan bersama-sama diganti dengan ibadah di rumah atau ditunda hingga kondisi memungkinkan. Sementara ini ditunda selama dua pekan ke depan dan kami memantau lagi," kata dia saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/3).

Nantinya untuk mengawasi dan mensosialisasikan lebih lanjut kepada masyarakat, Pemprov DKI akan bekerja sama dengan unsur TNI dan Polri. "Ini dalam rangka mencegah penularan lebih cepat. Kami akan menyampaikan seluruh jajaran Kodam dan Polda untuk mengawasi," kata dia.

(Baca: Ada 25 Pasien Virus Corona di RI Meninggal, Mayoritas di Jakarta)

Lebih lanjut, Anies menjelaskan aturan tersebut hanya berlaku di seluruh wilayah DKI Jakarta yang menjadi episentrum penyebaran virus mematikan ini.

Sementara, apabila daerah lain yang tidak menjadi pusat penyebaran virus maka aturan dapat berbeda. "Kalau di tempat lain tidak ada wabah maka di sana dapat mengambil langkah yang berbeda," kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaporkan 17 orang meninggal dunia akibat infeksi virus corona baru atau Covid-19. Sedangkan jumlah pasien corona yang meninggal dunia secara nasional sebanyak 25 orang. 

Juru bicara pemerintah terkait penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, penambahan kasus meninggal dunia paling banyak dari Jakarta, yakni 5 orang. "Sehingga (kasus meninggal dunia) di DKI Jakarta menjadi 17 orang," kata Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (19/3).

Angka rasio kematian akibat corona di Indonesia sekitar 8%. Rata-rata pasien positif corona yang meninggal dunia berada di rentang usia 45 hingga 65 tahun. Ada satu kasus pasien positif corona yang meninggal dunia berusia 37 tahun.

Adapun jumlah kasus corona di Indonesia pada hari ini sebanyak 309 orang atau bertambah 82 kasus dalam sehari. Sebelumnya jumlah kasus positif corona hanya 227 orang.

(Baca: Anies Baswedan Siapkan Tenaga Medis untuk Tes Corona Massal di Jakarta)

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait