Antisipasi Corona, Arab Saudi Setop Kedatangan Jamaah Umrah Baru

Arab Saudi menangguhkan kedatangan jamaah umrah dan wisatawan asal negara yang telah terdeteksi virus corona.
Image title
27 Februari 2020, 10:17
arab saudi, virus corona, ibadah umrah,
ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Ilustrasi. Kerajaan Arab Saudi mengantisipasi masuknya virus corona ke negaranya dengan menangguhkan kedatangan jamaah umrah baru, dan wisatawan yang berasal dari negara yang telah terinfeksi virus corona.

Umat Muslim yang ingin melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci, Mekkah, atau berziarah ke Masjid Nabawi di Madinah, harus bersiap untuk membatalkan rencananya. Pasalnya, Arab Saudi menangguhkan sementara kedatangan jamaah umrah ataupun wisatawan dari negara-negara yang terinfeksi virus corona.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arab Saudi melalui akun twitter-nya menyatakan bahwa ini merupakan upaya untuk mencegah masuk dan menyebarnya wabah virus Covid-19 di negara kerajaan tersebut.

“Kedatangan ke Kerajaan (Arab Saudi) untuk tujuan umrah dan/atau mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah sementara ditangguhkan,” tulis Kemenlu Arab Saudi melalui akun Twitter resmi berbahasa inggrisnya, @KSAmofaEN, dikutip Kamis (27/2).

Namun penangguhan tersebut hanya diberlakukan terhadap negara yang penyebaran virus corona berada pada level berbahaya, berdasarkan kriteria yang ditentukan otoritas kesehatan Kerajaan.

Advertisement

(Baca: Korban Virus Corona Terus Bertambah, 4 Negara Laporkan Kasus Pertama)

Adanya peningkatan tajam jumlah kasus yang dilaporkan di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang memicu Arab Saudi mengambil langkah pencegahan ini. Sebagian besar kasus tersebut berasal dari Iran yang saat ini memiliki angka kematian tertinggi di luar Tiongkok, yakni mencapai 19 orang.

Negara-negara Timur Tengah lainnya seperti Kuwait, Bahrain, Oman, Libanon, Irak, dan Uni Emirat Arab melaporkan kasus positif infeksi corona di negerinya yang berasal dari warga yang melakukan perjalanan ke Iran baru-baru ini.

Menteri Kesehatan Arab Saudi Tawfiq al-Rabiah mengatakan pada Rabu (26/2), bahwa sejauh ini tidak ada kasus virus corona yang terdeteksi di negaranya. Dia pun menegaskan bahwa langkah penangguhan kedatangan jamaah umrah hanya bersifat sementara.

“Kerajaan menegaskan bahwa prosedur ini bersifat sementara dan akan dievaluasi secara terus menerus oleh pihak berwenang,” ujar al-Rabiah seperti dikutip Al-Arabiya, Kamis (27/2).

(Baca: Olimpiade 2020 di Jepang Terancam Batal Imbas Meluasnya Wabah Corona)

Hingga Rabu (26/2), jumlah korban meninggal virus corona di seluruh dunia hingga dilaporkan telah mencapai lebih dari 2.700 orang, dengan 80.200 orang positif terinfeksi virus yang pertama kali dideteksi di Wuhan, Tiongkok, ini.

Bahkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) menyatakan ada kemungkinan wabah ini berkembang menjadi pandemi global. "Ini bukan pertanyaan apakah ini akan terjadi (pandemi), tetapi lebih pada pertanyaan kapan akan terjadi," kata kata wakil direktur utama CDC, Anne Schuchat.

Jumlah Jamaah Umrah Asal Indonesia

Adapun jumlah jamaah umrah asal Indonesia setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Menurut data Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), pada periode 2017-2018 atau tahun 1439 Hijriyah, jumlah jamaah umrah Indonesia mencapai lebih dari 1 juta orang.

Jumlah tersebut nyaris dua kali libat dibandingkan empat tahun sebelumnya, atau tahun 1435 H (2013-14) yang hanya mencapai 598.077 orang. Setahun kemudian (1436 H/2014-15) jumlahnya naik menjadi 649.283 orang, kemudian naik menjadi 693.332 orang pada 1437 H (2015/16), dan pada 1438 H (2016-17) jumlahnya menjadi 867.561 orang.

Sementara itu otoritas Kerajaan Arab Saudi pada periode 31 Agustus 2019 sampai 20 Desember 2019 telah mengeluarkan 2.371.441 visa umrah, dimana jamaah asal Indonesia menempati urutan tertinggi kedua dengan jumlah 443.879 visa.

(Baca: Korban Tewas Virus Corona Tembus 2.700, Kasus Merebak di Timur Tengah)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait