Berniat IPO, Pegadaian Masih Terus Mempercantik Diri

Rencana Pegadaian untuk melantai di bursa saham telah diungkapkan sejak 2019.
Image title
13 Februari 2020, 19:17
ipo, pegadaian
Katadata | Arief Kamaludin
Pegadaian telah menyatakan niatnya untuk melantai di bursa saham sejak 2019. Namun saat ini perusahaan masih mempercantik dirinya agar memiliki nilai jual yang tinggi.

PT Pegadaian (Persero) tengah mempersiapkan diri untuk melantai di pasar modal melalui skema penawaran saham perdana ke publik (initial public offering/IPO). Rencana ini telah disiapkan oleh perusahaan pelat merah ini sejak tahun lalu.

Namun, Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto tak menyebutkan secara pasti kapan rencana tersebut akan dieksekusi. Meski disebut telah memiliki kinerja yang baik, dia ingin lebih mempercantik kinerja perusahaan, baik dari segi bisnis maupun finansial, agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

"Sudah sangat ditunggu-tunggu oleh para investor, sudah sangat menarik sekali. Kami memang sudah cantik, tapi ingin lebih dipercantik. Jadi belum ada keputusan yang pasti untuk IPO," kata Kuswiyoto, pada saat paparan kinerja perusahaan periode 2019, di Jakarta, Kamis (13/2).

(Baca: Pegadaian Bakal Terbitkan Surat Utang Total Rp 10 Triliun hingga 2021)

Advertisement

Seperti diketahui Pegadaian memiliki 13,86 juta nasabah, 4,6 juta diantaranya merupakan nasabah tabungan emas. Pihaknya membukukan outstanding pembiayaan (OSL) sebesar Rp 50,4 triliun atau tumbuh 23,3%. Sementara realisasi pembiayaan sepanjang 2019 mencapai Rp 145,6 triliun, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 1,75%.

Perusahaan pun berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 3,1 triliun sepanjang 2019, tumbuh 12% dibandingkan tahun sebelumnya atau secara year on year (yoy). Pendapatan melonjak 39,3% yoy menjadi Rp 17,7 triliun, sedangkan total aset juga melonjak 23,7% secara tahunan menjadi Rp 65,3 triliun dari Rp 52,8 triliun pada 2o18.

Kuswiyoto juga menyebutkan bahwa Pegadaian memiliki tata kelola perusahaan (good corporate governance/GCG) yang baik dengan nilai mencapai 98,35. Surat utang perusahaan juga mendapatkan rating AAA dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), serta masuk dalam ketegori emerging industry leader menurut Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU).

(Baca: Pegadaian Anggarkan Rp 500 Miliar Untuk Investasi di Fintech)

Reporter: Fariha Sulmaihati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait