Kematian Pertama Virus Corona di Luar Tiongkok Terjadi di Filipina

Kasus kematian pertama terjadi di Filipina. Sekitar 2.000 kasus positif virus corona baru dilaporkan di Tiongkok.
Image title
3 Februari 2020, 08:40
virus corona, jumlah korban virus corona
ANTARA FOTO/REUTERS/Yonhap
WHO laporkan kasus kematian pertama akibat virus corona di luar Tiongkok terjadi di Filipina.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kasus kematian pertama akibat virus corona tipe baru terjadi di luar Tiongkok, yaitu di Filipina. Dengan demikian, jumlah korban meninggal mencapai 304 orang per 2 Februari 2020.

Berdasarkan laporan resmi WHO, kasus kematian di Filipina karena pasien tersebut melakukan kontak dekat dengan pasien yang pertama dinyatakan positif terinfeksi virus corona di negara tersebut.

Hingga saat ini, sebanyak 14 kasus positif virus corona terjadi di 23 negara di luar Tiongkok dengan total menjadi 146 kasus. Kendati demikian tidak ada penambahan negara baru yang terdeteksi penyakit tersebut.

Secara global sebanyak 14.557 kasus positif virus corona dilaporkan dengan 14.411 kasus di antaranya berada di Tiongkok. Sebanyak 2.110 pasien mengalami gangguan kesehatan serius.

Advertisement

(Baca: Cegah Virus Corona, Jokowi Larang Pendatang dari Tiongkok Masuk RI)

Rata-rata penambahan kasus positif virus corona di Tiongkok sebanyak 2.000 kasus per hari dalam beberapa hari laporan terakhir. Beberapa negara yang melaporkan adanya penambahan kasus positif virus corona adalah Jepang bertambah tiga kasus (total 20), Korea Selatan bertambah tiga (15).

Kemudian Vietnam bertambah satu (7), Singapura bertambah dua (18), Filipina bertambah satu (2), India bertambah satu (2), Amerika Serikat (AS) bertambah satu (8), Jerman bertambah satu (8), dan Uni Emirat Arab (UEA) bertambah satu (5).

WHO meminta kepada seluruh negara anggota untuk melaporkan informasi terkait virus corona tepat waktu dan secara spesifik sesuai panduan yang telah dikeluarkan untuk identifikasi virus yang diberi nama 2019-nCoV.

Tim komunikasi dan media sosial WHO juga bekerja keras untuk melacak peredaran informasi tidak benar atau hoaks dan juga rumor terkait penyakit pernapasan akut akibat virus corona.

(Baca: Korban Virus Corona Bertambah jadi 304 Meninggal dan 14.380 Terinfeksi)

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait