Kosong 16 Bulan, Gerindra dan PKS Segera Umumkan 2 Calon Wagub Jakarta

PKS dan Gerindra masing-masing akan mengajukan satu nama calon Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno.
Image title
27 Desember 2019, 08:04
wagub dki jakarta, wakil gubernur jakarta
ANTARA FOTO/Dedi Wijaya
Partai Gerindra dan PKS akan segera mengumumkan dua nama calon Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno.

Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya sepakat mengenai nama calon Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno. Hingga saat ini, posisi Wakil Gubernur Jakarta telah kosong selama kurang lebih 16 bulan.

Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut masing-masing partai pengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, yaitu Gerindra dan PKS akan mengajukan satu calon.

"Sudah ada kesepakatan, satu partai satu nama, PKS dan Gerindra," kata Syarif di Balai Kota Jakarta, Kamis (26/12). Dia menambahkan, informasi mengenai calon dari Gerindra, kata Syarif, akan dipublikasikan pada pekan ini di Wisma Garuda Dua.

Kendati demikian Syarif enggan memberi bocoran terkait nama yang akan diusung menjadi Cawagub DKI Jakarta. Sebelumnya beredar empat nama yang disebut-sebut bakal diajukan Gerindra ke DPP PKS, yakni Dewan Penasihat Gerindra Arnes Lukman, Waketum DPP Gerindra Ferry J. Juliantono, Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria, dan Sekda DKI Jakarta Saefullah

Advertisement

(Baca: Gubernur Anies: Belum Ada Komunikasi dengan Gerindra Soal Wagub DKI)

"Pokoknya antara nama-nama itu. Pengalaman di Pemerintahan, parlemen, pernah di DPR, pokoknya dia orang matang," kata Syarif.

Ketua Majelis Syuro DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi juga mengatakan bahwa Gerindra dan PKS telah sepakat untuk masing-masing mengusung satu nama.

Kendati demikian, pihaknya belum bisa membocorkan siapa calon yang ditunjuknya karena belum ada dokumen resmi yang diterimanya dari DPP PKS.

"Suratnya belum sampai ke kami. Nanti kalau suratnya sampai, saya bocorin. Karena harus berdasarkan surat tertulis. Kalau enggak tertulis kan bisa berubah-ubah. Kalau sudah tertulis, ditandatangani, pake stempel, itu baru akurat. Yang menentukan DPP," jelas Suhaimi

Setelah adanya dua nama yang diajukan dari kedua partai pengusung secara resmi, nantinya ada surat yang ditandatangani kedua partai sebagai tanda kesepakatan. "Kalau enggak Desember, mungkin Januari deh," kata Suhaimi.

(Baca: Anies Berharap DPRD Baru Selesaikan Persoalan Pemilihan Wagub Jakarta)

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait