Digitalisasi Tol Laut dengan Startup, Menhub: Sudah Ketemu Rumusannya

Kerjasama Kemenhub dengan startup dalam digitalisasi layanan tol laut dalam pemesanan kontainer.
Image title
3 Desember 2019, 16:29
kementerian perhubungan, tol laut, gojek, grab, kerja sama
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi tol laut. Kerjasama Kemenhub dengan startup dalam mengembangkan tol laut akan menciptakan peluang bisnis baru bagi masyarakat di timur Indonesia.

Kementerian Perhubungan menjalin kerja sama dengan perusahaan rintisan (startup) dalam mengembangkan program tol laut yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kerja sama ini terkait digitalisasi layanan berbasis aplikasi untuk mempermudah pemesanan kontainer.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah merumuskan format kerja sama yang pas dengan dua startup layanan on demand, Grab dan Gojek. "Insya Allah ini bisa jalan. Selain bisa menyelesaikan tol laut, ini membuka peluang bisnis yang luar biasa buat saudara-saudara kita di Indonesia timur," ujarnya di Jakarta, Selasa (3/12).

Dengan kerja sama ini, pemesanan kontainer untuk keperluan distribusi dapat dilakukan melalui platform online. Sehingga masyarakat di Indonesia timur bisa memesan barang dengan mudah dari berbagai daerah di Indonesia serta bisa memasarkan barang hasil produksinya ke seluruh Indonesia.

(Baca: Kemenhub Gandeng Gojek untuk Hentikan Praktik Monopoli Tol Laut)

Advertisement

"Saudara-saudara kita di Indonesia timur bisa berbisnis memakai aplikasi, bisa pesan beras, minyak dan sebagainya dari aplikasi bahkan bisa memasarkan produk miliknya, seperti rumput laut bisa dipasarkan disini," kata Budi.

Kerja sama dengan perusahaan startup ini akan mengurangi adanya risiko monopoli tol laut. Seperti yang disampaikan Jokowi beberapa waktu lalu bahwa dia mendapatkan banyak keluhan adanya monopoli pengiriman barang melalui tol laut.

"Akhir-akhir ini rute-rute (tol laut) yang ada ini (pengiriman) barang-barangnya dikuasai swasta. Monopoli perusahaan tertentu membuat tujuan pembangunan tol laut menjadi tidak tercapai," kata Jokowi di Jakarta, akhir Oktober lalu.

Jokowi mengklaim tol laut dapat menurunkan harga barang sekitar 20% sampai 30%. Faktanya, penurunan harga barang tidak terjadi. "Tol lautnya ada dan harganya tetap ya buat apa? Tol laut dibangun untuk menurunkan biaya logistik," kata dia.

(Baca: Digaet Kemenhub, Gojek Kaji Peluang Hentikan Praktik Monopoli Tol Laut)

 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait