Erick Thohir Tugaskan Len untuk Tingkatkan Industri Pertahanan

Len Industri akan pimpin tim percepatan industri pertahanan nasional sesuai instruksi Jokowi untuk setop impor alutsista.
Image title
3 Desember 2019, 14:59
len industri, pertahanan, erick thohir, alutsista
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Ilustrasi alutsista kendaraan tempur tank AMX-13. Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Len Industri untuk memimpin tim percepatan industri pertahanan nasional.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk perusahaan peralatan elektronik industri pelat merah PT Len Industri (Persero) sebagai ketua tim percepatan industri pertahanan. Hal ini sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyetop impor alat utama sistem senjata (alutsista).

Direktur Utama Len Zakky Gamal Yasin mengatakan bahwa pihaknya telah menerima surat keputusan (SK) terkait penunjukkan itu. Oleh karena itu, Len mengebut penyelesaian Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) yang nantinya akan disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah (RPJMN) 2020-2024.

Dengan percepatan industri pertahanan diharapkan dapat meningkatkan industri lokal alat utama sistem senjata (alutsista). "Industri pertahanan adalah salah satu yang di push. Kami baru menerima SK dari Pak Menteri, kami dikejar waktu untuk menyelesaikan RJPP," kata Zakky, di Kantor Kementerian BUMN, Selasa (3/12).

Untuk mendukung industri lokal di sektor pertahanan, Zakky juga mengungkapkan bahwa pemerintah akan membentuk induk BUMN pertahanan. Selain Len, yang akan masuk dalam induk tersebut yakni PT Pindad.

Advertisement

(Baca: Wakil Menhan akan Tambah Anggaran untuk Kembangkan Industri Pertahanan)

Menurutnya, pembentukan induk ini akan mempermudah BUMN di sektor pertahanan mencari pendanaan dalam mengembangkan alutsista. "Kalau kami bersatu akan lebih mudah melakukan penetrasi pasar. Sehingga memudahkan kami dalam mencari pendanaan," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta agar Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dapat menyetop impor alutsista. Prabowo diharapkan dapat memanfaatkan anggaran kementerian untuk memacu pengembangan industri strategis di bidang pertahanan.

"Sedapat mungkin jangan sampai kita impor semuanya, tetapi anggaran yang ada harus dimanfaatkan untuk pengembangan industri strategis," kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (31/10).

Pada 2024, target Kekuatan Pokok Minimum atau Minimum Essential Force (MEF) Alutsista Indonesia sebesar 100%. Hingga tahun ini, perkembangan pemenuhan MEF sudah mencapai 74%.

(Baca: Pengadaan Alutsista Sekadar Serap Anggaran, Jokowi: Setop Seperti Itu!)

Reporter: Fariha Sulmaihati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait