Tekan Biaya Produksi, SKK Migas Dorong Sinergi Antar Kontraktor Migas

Sinergi tersebut dalam bentuk penggunaan infrastruktur gas secara bersama atau open access.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
27 September 2019, 21:49
skk migas, infrastruktur gas, harga gas,
Katadata
Ilustrasi infrastruktur pengolahan gas. Untuk menekan biaya produksi demi menurunkan harga gas, SKK Migas mendorong adanya sinergi antar kontraktor migas dengan penggunaan infrastruktur gas secara bersama.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan dalam menekan biaya produksi, salah satu upaya yang dibutuhkan yakni sinergi antar kontraktor migas. Sehingga hal ini nantinya juga berdampak pada turunnya harga jual gas bumi domestik.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan sinergi dalam upaya menekan harga gas tersebut bisa dilakukan dengan cara penggunaaan fasilitas atau infrastruktur gas secara bersama. Pemerintah pun sudah memberikan kebijakan terkait penggunaan fasilitas bersama.

"Jadi kita harapkan siapa yang mempunyai infrastruktur, kita harapkan dipakainya lebih ramai. Sehingga per satuan yang mengalir lebih murah kalau open access," kata Dwi saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (27/9) malam.

Meski begitu, menurut Dwi langkah ini membutuhkan waktu untuk memberikan dampak secara nyata. Selain itu ia juga menyebut terkait pemulangan modal investasi yang lebih lama juga berpengaruh sehingga harga gas dapat diturunkan.

(Baca: ESDM: Harga Gas Bisa Turun pada Lapangan Migas yang Belum Berproduksi)

"Depresiasi rencana sekarang ini 30 tahun. Berarti pembiayaan tiap tahunnya lebih rendah sehingga itu berdampak pada tarif infrastruktur yang lebih murah," ujar Dwi.

Lebih lanjut, dia juga menyebut Pemerintah saat ini juga sudah melakukan upaya maksimal dalam menekan harga gas agar lebih ekonomis. Namun di sisi lain, saat ini Indonesia dihadapkan dengan posisi sumber cadangan gas yang tidak terlalu besar.

Dia mencontohkan misalnya seperti cekungan yang memiliki cadangan tidak begitu besar, maka pengembangannya akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

"Berbeda dengan di timur tengah satu cekungan luar biasa besar (kandungan)-nya. Jadi itu mungkin harus diliat juga untuk infrastruktur. Di beberapa tempat over investasi infrastrukturnya," ujar Dwi.

(Baca: Petronas Setop Pasokan Gas Kepodang, Laba PGN Bisa Turun Rp 245 Miliar)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait