EMP Malacca Strait Targetkan Pengeboran Satu Sumur di Kuartal III 2019

Sebelum pengeboran dimulai, EMP Malacca Strait akan melakukan studi seismik dalam waktu dekat ini.
Image title
31 Juli 2019, 12:16
Fasilitas produksi Blok Malacca Straits, kelolaan Energi Mega Persada.
Energi Mega Persada
Fasilitas produksi Blok Malacca Straits, kelolaan Energi Mega Persada.

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melalui anak usahnya yakni EMP Malacca Strait menyatakan akan melakukan pengeboran satu sumur migas di Blok Malacca Strait. Rencananya pengeboran akan dilakukan pada kuartal III tahun ini.

CFO dan Direktur Energi Mega Persada, Edoardus A. Windoe mengatakan EMP Malacca Strait berencana akan melakukan studi seismik dalam waktu dekat ini sebelum nantinya dilakukan pengeboran satu sumur. Hal itu dilakukan guna mendongkrak produksi migas di blok tersebut.

"Kita ada target untuk seismik dan driling. Mungkin driling akan di kuartal tiga. Start dari satu sumur dulu," ujar Edo di Bakrie Tower, Jakarta Selasa (30/7).

Di sisi lain, ia mengatakan produksi Blok Malacca Strait juga mengalami kenaikan. Ia mengklaim peningkatan produksi di blok tersebut saat ini sudah sekitar 3.700 barel setara minyak minyak per hari (boepd).

Advertisement

(Baca: Energi Mega Rugi US$ 12,7 Juta pada 2018, Produksi Gas Turun)

Berdasarkan data dari EMP, sepanjang tahun 2018, produksi minyak dari blok tersebut sudah mencapai 1.134 barel per hari (bopd). Sementara, produksi gas mencapai 1,8 juta kaki kubik per hari per hari (MMscfd).

Sebagaiman diketahui Blok Malacca Straits saat ini masih dalam tahap pengembangan. Dengan rencana akan melakukan uji coba pengeboran satu sumur di blok tersebut, perusahaan berhadap dapat mendongkrak kenaikan produksi.

Seperti diketahui, induk EMP Malacca Strait, Energi Mega Persada mencatatkan kerugian bersih sebesar US$ 12,7 juta pada 2018. Padahal pada 2017 perusahaan masih membukukan laba bersih sebesar US$ 24,45 juta. Artinya laba mereka turun 151%.

Turunnya kinerja penjualan tahun lalu disebabkan penurunan produksi gas di Blok Kangean dan Blok Bentu (Segat Gas Plant I). "Namun perlu dicermati ke depannya Blok Bentu (Segat Gas Plant II) itu sudah mulai berproduksi, akan meningkat produksinya," kata Vice President Investor Relations & Corporate Communications Energi Mega Persada Herwin W. Hidayat.

Kontrak Blok Malacca Strait pada dasarnya berakhir pada tahun 2020. Namun pemerintah telah memperpanjang hingga 20 tahun ke depan, dengan menggunakan skema kontrak gross split.

(Baca: EMP Sebut Lifting Blok Kangean Rendah Karena Penyerapan Belum Maksimal)

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait