Harga Emas Dunia Mulai Turun, Emas Antam Naik Rp 4.000 per Gram

Harga beli emas Antam naik menjadi Rp 711.000 per gram, sedangkan harga jualnya naik menjadi Rp 640.000 per gram.
Image title
31 Juli 2019, 11:25
Petugas menunjukkan imitasi emas logam mulia produk PT Aneka Tambang (Antam) yang dipamerkan di gerai Antam dalam sebuah pameran di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (9/9).
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Petugas menunjukkan imitasi emas logam mulia produk PT Aneka Tambang (Antam) yang dipamerkan di gerai Antam dalam sebuah pameran di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (9/9).

Harga emas Aneka Tambang (Antam) pada perdagangan hari ini (31/7) kembali mencatatkan kenaikan. Berdasarkan laman logammulia.com harga beli emas antam tercatat naik Rp 4.000 menjadi Rp 711.000 per gram. Sedangkan untuk harga jual emas Antam naik Rp 4.000 menjadi Rp 640.000 per gram.

Harga jual emas yang tercantum tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh), sebagaimana diatur lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Ada pengenaan PPh 22 sebesar 1,5% untuk penjualan emas batangan Antam dengan nominal di atas Rp 10 juta.

Kenaikan harga emas Antam hari ini terjadi ditengah turunnya harga logam mulia dunia, meski masih berada di level US$ 1.400 per ounce. Dikutip dari Bloomberg harga emas comex untuk kontrak Desember 2019 turun tipis 0,08% menjadi US$ 1.440 per ounce. Sedangkan harga emas pengiriman segera turun 0,17% menjadi US$ 1.428 per ounce.

(Baca: Harga Emas Dunia Catatkan Level Tertinggi, Emas Antam Ikut Naik)

Advertisement

Turunnya harga emas karena pelaku pasar tengah menantikan kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) pada rapat Federal Open Marcet Committee (FOMC).

Rapat tersebut telah berlangsung dari Selasa (30/7) dan akan dijadwalkan berakhir hari ini, Rabu (31/7) waktu setempat. Pelaku pasar telah memperkirakan The Fed akan menurunkan tingkat suku bunganya paling tidak sebesar 25 basis poin. penurunan suku bunga paling tidak 25 basis poin.

Menilik data ekonomi terbaru AS, terlihat bahwa pengeluaran konsumen dan inflasi naik di AS pada periode Juni 2019. Kondisi ini menunjukan pertumbahan ekonomi AS yang masih lambat dan disertai dengan inflasi, sehingga memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.

Presiden AS Donald Trump pun telah menegaskan kembali seruannya kepada The Fed untuk melakukan pemangkasan suku bunga yang besar. Trump dikatakan kecewa dengan kebijakan The Fed karena menurutnya posisi ekonomi AS saat ini kurang menguntungkan. Sementara itu The Fed tidak bertindak lebih cepat dalam mengambil kebijakan.

(Baca: BI Catat Inflasi Minggu Ke-4 Juli 0,23%, Disulut Harga Cabai dan Emas)

Reporter: Fariha Sulmaihati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait