GDP Venture Pimpin Pendanaan Startup Kecerdasan Buatan Prosa.ai

Prosa.ai sebelumnya sudah mendapatkan seed funding dari GDP Venture.
Michael Reily
Oleh Michael Reily
20 Juni 2019, 14:25
prosa ai, gdp venture, startup
Katadata | Muchamad Nafi
Ilustrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau robot. Startup berbasis AI Prosa.ai akan mendapatkan pendanaan strategis dari GDP Venture.

PT Global Digital Prima (GDP) Venture mengumumkan pendanaan strategis seri A kepada startup berbasis kecerdasan buatan atau artifical intelligence (AI), Prosa.ai.

GDP Venture juga merupakan investor tahap seed-funding kepada Prosa.ai yang fokus pada teknologi pemrosesan teks (natural language processing) dan suara (speech) dalam Bahasa Indonesia. 

Prosa.ai berdiri sejak 2018 oleh Ayu Purwarianti, Dessi Puji Lestari, dan Teguh Eko Budiarto. Dalam waktu satu tahun, startup ini berhasil memiliki lebih dari 20 orang data scientist AI, 16 orang data annotators, produk teknologi proses teks dan suara, serta layanan data dan jasa.

Chief Executive Officer (CEO) GDP Venture Martin Hartono menyatakan Prosa.ai mampu mengembangkan teknologi dalam waktu singkat meski jumlah sumber daya manusia terbatas. Dia mengungkapkan teknologi AI sedang berkembang menunjang industri lain.

“Sehingga berinvestasi pada teknologi AI merupakan suatu investasi strategis untuk kami yang juga diharapkan dapat berpartisipasi dalam kemajuan teknologi di Indonesia,” kata Martin dalam keterangan resmi yang diterima Katadata.co.id, Kamis (20/6).

(Baca: Luncurkan Produk Baru, CoHive Dapat Modal Rp 193 Miliar)

GDP Venture menilai Prosa.ai merupakan salah satu perusahaan terbaik Indonesia pada bidang AI. Alasannya, para pendiri Prosa.ai mempunyai pengalaman kredibel serta tim solid dengan teknologi yang handal.

CEO Prosa.ai Eko Budiarto mengungkapkan kegembiraan dalam pendanaan terbaru perusahaan karena satu tahun pengembangan Prosa.ai, pendanaan ini pun bakal dimanfaatkan untuk memperkuat tim serta meningkatkan kualitas produk dan data.

Eko berjanji akan meningkatkan kualitas produk Prosa Hoax Intel, NLP Toolkit API, Concept-Sentiment, Chatbot NLP Processing, Text Data Sets, Voice Biometrics, Speech Datasets, Speech-to-Text, Text-to-Speech, Conversational Analytics, serta Meeting Analytics for Bahasa Indonesia.

Salah satu capaian terbaru Prosa.ai adalah kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam peluncuran Chatbot Anti-Hoaks dalam aplikasi Telegram lewat akun @chatbotantihoaks. Chatbot Antihoaks berfungsi untuk mengecek berita, artikel atau tautan yang diberikan oleh masyarakat melalui fitur chat sebagai solusi dalam mengurangi berita hoaks.

“Kami sangat gembira mendapatkan pendanaan seri A dari GDP Venture, setelah sebelumnya kami juga menerima seed funding dari GDP Venture,” ujar Eko.

(Baca: East Ventures Tambah Modal Startup Penyedia Solusi Pemasaran)

Reporter: Michael Reily

Video Pilihan

Artikel Terkait