Produksi Train II Terganggu, Lifting Gas Blok Tangguh Tak Capai Target

Image title
22 April 2020, 06:00
lifting gas blok tangguh, skk migas,
Katadata
Target lifting gas Blok Tangguh kuartal I 2020 tak mencapai target lantaran gangguan pada kilang Tangguh Train II.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas mencatat lifting gas dari Blok Tangguh yang dikelola BP Berau belum mencapai target pada kuartal pertama tahun ini.

Hal ini disebabkan oleh gangguan yang tak direncanakan (unplanned shutdown) Kilang Tangguh Train II yang memproduksi gas alam cair (liquefied Natural Gas/LNG).

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat kinerja fasilitas pengolahan LNG tak berjalan secara optimal. Sehingga, hal ini juga berdampak terhadap realisasi lifting gas perusahaan pada kuartal pertama tahun ini.

Selain itu, dia memastikan tidak tercapainya target lifting gas dari Blok Tangguh bukan lantaran penyerapan gas oleh pembeli yang rendah. "Pembeli kelihatannya tidak masalah, ada kendala operasional saja beberapa waktu yang lalu dan sekarang sudah back on track," kata Julius kepada Katadata.co.id, Selasa (21/4).

(Baca: Produksi LNG Kilang Tangguh Tetap Berjalan Meski di Tengah Pandemi)

Adapun berdasarkan data yang dipaparkan SKK Migas, realisasi penyaluran lifting gas Blok Tangguh pada kuartal I tahun ini sebesar 1.050 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) atau masih 82,1% dari target yang ditetapkan oleh APBN sebesar 1.279 MMscfd.

 

Lebih lanjut, Julius pun menyebut bahwa BP juga berencana melakukan pemeliharaan fasilitas pengolahan Kilang Tangguh Train II. Adapun proses pemeliharaan ini akan berlangsung selama sebulan penuh. "Rencana akan ada planned shutdown pada bulan Oktober," kata dia.

Sebelumnya, BP memastikan meski di tengah pandemi corona, kegiatan produksi gas dari kilang Tangguh terus berjalan. Hal ini dilakukan sebagai komitmen perusahaan dalam memenuhi kebutuhan LNG di pasar domestik maupun di Asia.

Head of Country BP Indonesia Moektianto Soeryowibowo mengatakan meski terjadi pandemi pihaknya bakal tetap memproduksikan LNG dari Kilang Tangguh. Di samping itu, dia juga memastikan hingga saat ini pengerjaan proyek Tangguh Train III juga terus berjalan.

(Baca: SKK Migas Ungkap Temuan Cadangan Migas Baru Sebesar 136,5 Juta Barel)

Adapun Train III merupakan bagian dari Proyek Tangguh. Proyek kawasan pengembangan migas ini memiliki enam lapangan gas di Blok Wiriagar Berau dan Muturi yang terletak di Teluk Bintuni, Papua Barat.

Proyek Tangguh sudah memiliki dua Train dengan kapasitas masing-masing 3,8 juta ton per tahun (MTPA). Dengan beroperasinya Train III, total kapasitas proyek pengolahan gas ini akan mencapai 11,4 juta MTPA.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait