Proyek Jalan Tol Melambat, Hutama Karya Targetkan Laba Bersih Naik 20%

Hutama Karya menargetkan pertumbuhan kontrak baru sebesar 83%, dan EBITDA tumbuh 48,4% secara tahunan.
Image title
5 Mei 2020, 20:23
hutama karya, pandemi corona, virus corona, target pertumbuhan
Arief Kamaludin (Katadata)
Hutama Karya menargetkan laba tahun ini tumbuh minimal 20%, sesuai arahan pemegang saham.

PT Hutama Karya (Persero) masih menargetkan pertumbuhan laba bersih tahun ini sebesar 20% secara tahunan. Padahal ekonomi tengah lesu lantaran penyebaran virus corona alias covid-19 di dunia.

"Pertumbuhan laba, ada inspirasi keinginan yang diarahkan pemegang saham yaitu minimum harus tumbuh di 20%," kata Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (5/5).

Meski begitu, Bintang mengakui bahwa perusahaan tetap berhati-hati dengan adanya potensi krisis ekonomi dunia karena Covid-19. Pasalnya, dia menilai krisis yang terjadi ini lebih parah dibandingkan dengan krisis yang terjadi pada 1998. "Karena dulu 1998 demand tetap ada, supply-nya berimbang," katanya.

Dia mengakui bahwa banyak proyek Hutama Karya yang melambat, tetapi masih ada beberapa proyek yang dikerjakan selain jalan tol. Seperti proyek engineering, procurement, dan construction (EPC) pembangkit yang dimiliki oleh PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Advertisement

(Baca: Rencana Pembentukan Induk BUMN Infrastruktur Terancam Gagal, Ada Apa?)

"Itu tetap berjalan dan mudah-mudahan nanti bisa kembali sesuai jadwal. Belakangan ini sedikit melambat lah, tapi bukan berhenti," kata Bintang.

Oleh karena itu, Hutama Karya tetap menargetkan pertumbuhan kontrak baru hingga 83% secara tahunan. Dimana target pertumbuhan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang ditargetkan tumbuh 48,4% secara tahunan.

Adapun Hutama Karya baru saja menerbitkan obligasi dalam denominasi dolar Amerika Serikat (AS) atau global bonds. Nilai surat utang tersebut mencapai US$ 600 juta atau setara Rp 9 triliun (kurs Rp 15.000 per dolar).

Global bonds kali ini memiliki tenor hingga 10 tahun dengan kupon sebesar 3,75%. Instrumen tersebut merupakan bagian dari program global medium term note (GMTN) senilai US$ 1,5 miliar yang dijaminkan oleh pemerintah Indonesia.

Bintang menjelaskan, global bonds tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Beberapa ruas yang digarap menggunakan utang seperti ruas Binjai-Langsa, Bukit Tinggi-Padang, Pekanbaru-Bukit Tinggi, Indralaya-Muara Enim, Lubuk Linggau-Bengkulu, dan Sigli-Banda Aceh.

(Baca: Hutama Karya Jual Obligasi Global Rp 9 T untuk Proyek Trans Sumatera)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait