Motor Listrik Jokowi Dilelang Ulang, Pemenang Diumumkan Hari ini

Lelang harus diulang karena pemenang sebelumnya, M. Nuh asal Jambi, mengundurkan diri.
Image title
Oleh Tri Kurnia Yunianto
22 Mei 2020, 13:17
motor listrik jokowi, motor listrik gesits, lelang motor listrik jokowi
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo menjajal motor listrik buatan dalam negeri Gesits di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/11/2018). Motor tersebut laku dilelang dengan harga Rp 2,55 miliar.

Pemenang lelang Motor listrik Gesits yang bertanda tangan Presiden Joko Widodo atau Jokowi rencananya akan diumumkan hari ini pada pukul 14.00 WIB. Rencana tersebut mundur dari jadwal yang seharusnya diumumkan sejak kemarin.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Bambang Soesatyo mengatakan pengunduran jadwal pengumuman dilakukan lantaran mempertimbangkan hari raya keagamaan. "Harusnya kemarin akan kita umumkan, tapi terbentur hari besar," kata dia melalui pesan Whatsapps kepada awak media, Jumat (22/5).

Menurut dia, antusiasme masyarakat mengikuti lelang tersebut sangat tinggi. Sebab, motor tersebut menjadi istimewa lantaran bertanda tangan orang nomor satu di Indonesia untuk dijadikan koleksi dan kenangan bagi pemiliknya.

Bahkan, politisi partai Golkar tersebut mengklaim ada peserta yang menawar motor tersebut dengan lebih tinggi. "Bahkan ada yang ngebit (menawar) dibatas Rp 2,55 miliar setelah mendengar M. Nuh yang mengaku pengusaha asal Jambi itu mundur," kata Bamsoet, sapaan akrabnya.

(Baca: Bukan Mobil Listrik, Pemerintah Akan Fokus Riset Motor Listrik)

Sebelumnya, dalam konser amal virtual bertajuk "Berbagi Kasih Bersama Bimbo" pada Minggu (17/5) digelar lelang motor listrik merk Gesits yang ditandatangani Presiden Jokowi.

Dalam lelang tersebut, motor listrik Presiden Jokowi mampu terjual dengan harga Rp 2,55 miliar yang dimenangkan M. Nuh yang mengaku sebagai seorang pengusaha dari Kampung Manggis, Jambi.

M. Nuh mengalahkan tawaran Warren Tanoesoedibyo yang menawar Rp 1,55 miliar, politisi PDI Perjuangan Maruar yang menawar Rp 2,2 miliar dan pengusaha asal Manado, Sulawesi Utara Gabriele Mowengkang yang menawar Rp 2,5 miliar.

Namun setelah dinyatakan sebagai pemenang M. Nuh justru menghilang. Dalam perkembangannya, diberitakan bahwa M. Nuh diduga bukan seorang pengusaha namun merupakan buruh harian lepas yang tinggal di Jambi. M. Nuh juga sempat diminta keterangan oleh Polda Jambi terkait persoalan tersebut.

(Baca: Enam Syarat Konversi Motor Tua Jadi Motor Listrik)

Bamsoet mengatakan terkait pemeriksaan M. Nuh oleh Polda Jambi, dia sudah minta agar untuk dilepaskan. "Saya sudah mohon untuk dibebaskan karena kami sendiri merasa tidak ada masalah. Tidak ada yang dirugikan," kata dia.

Sepeda motor Gesits merupakan hasil pengembangan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS). Kemudian, dua perusahaan swasta, Garansindo dan Wika akan masuk memproduksi dan memasarkan kendaraan ini.

Nama Gesits sendiri merupakan singkatan dari Garansindo Electric Scooter ITS. Jokowi optimistis Gesits akan menjadi produk yang siap bersaing. Sebab, sebelum tiba di Istana, Gesits telah diuji coba perjalanan Jakarta hingga Bali. Rencananya pabrikan Gesits siap memproduksi 60 ribu motor Gesits dalam setahun.

Untuk awalnya, produksi akan diarahkan untuk pasar dalam negeri terlebih dahulu dengan banderol Rp 22 - 23 juta per unit. Saat ini perusahaan mengklaim telah menerima pesanan sebanyak 30 ribu unit. Sementara, nantinya produksi akan dikerjakan di pabrik milik Wika yang berada di Cileungsi.

(Baca: Enam Syarat Konversi Motor Tua Jadi Motor Listrik)

Reporter: Tri Kurnia Yunianto, Antara

Video Pilihan

Artikel Terkait