Jelang Pertemuan OPEC+, Harga Minyak Dunia Naik Lebih 3%

Harga minyak juga terkerek naik ekspektasi pembukaan lockdown di berbagai negara di dunia sehingga meningkatkan permintaan energi.
Image title
3 Juni 2020, 08:13
harga minyak, pertemuan opec, pemangkasan produksi,
KATADATA
Pengeboran minyak lepas pantai. Negara-negara pengekspor minyak dan sekutunya, atau OPEC+ akan membahas rencana perpanjangan masa pemangkasan produksi untuk menopang harga minyak.

Harga minyak mentah dunia bergerak naik pada perdagangan Rabu (3/6) pagi waktu Indonesia, jelang pertemuan OPEC+ yang rencananya akan dilakukan secara virtual Kamis (4/6). Pelaku pasar berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan kesepakatan pemangkasan produksi.

Mengutip Bloomberg pada 07.00 WIB, harga minyak jenis Brent untuk kontrak pengiriman Agustus 2020 naik 3,26% menjadi US$ 39,57 per barel. Sedangkan, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juli 2020 naik 1,22% ke level US$ 37,26 per barel.

Di samping itu, kenaikan juga didukung ketika beberapa negara dan negara bagian di Amerika Serikat mulai membuka kembali ekonomi bisnis setelah kebijakan lockdown guna meminimalisir penyebaran virus corona.

Presiden konsultan Lipow Oil Associates Andy Lipow mengatakan ada antisipasi bahwa OPEC+ akan setuju untuk memperpanjang pemangkasan produksi mereka saat ini untuk dua bulan lagi. "Sehingga, pada bulan Agustus, pasar minyak akan seimbang, ”kata di mengutip Reuters.

Advertisement

(Baca: Harga Minyak Stabil di Tengah Memuncaknya Ketegangan AS-Tiongkok)

Pada saat yang sama, pasar mengantisipasi bahwa pembukaan kembali ekonomi di seluruh dunia akan meningkatkan permintaan minyak.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan lainnya termasuk Rusia, atau yang dikenal sebagai OPEC+ mempertimbangkan untuk memperpanjang waktu pengurangan produksi sebesar 9,7 juta barel per hari (bph), atau sekitar 10% dari produksi global. Rencananya pemangkasan akan diperpanjang hingga Juli atau Agustus.

Adapun sebelumnya OPEC+ telah sepakat memangkas produksi minyak hingga Mei dan Juni, atau turun menjadi 7,7 juta barel per hari dari Juli hingga Desember. Sementara, menurut sumber Reuters, Arab Saudi telah mendorong agar pemangkasan produksi ini diperpanjang.

Pembukaan kembali bisnis secara bertahap di beberapa negara serta negara bagian AS juga bakal mendorong permintaan bahan bakar dan membantu mendongkrak harga minyak.

(Baca: Pertamina Tak Turunkan Harga BBM karena Harga Minyak Dunia Fluktuatif)

Berdasarkan data dari kelompok industri American Petroleum Institute menunjukkan, persediaan minyak mentah AS turun 483.000 barel dalam sepekan hingga 29 Mei, menjadi 531 juta barel. Ini di luar ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan persediaan minyak mentah sebanyak 3 juta barel.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait