Angka Kecelakaan Tahun ini Diprediksi Turun Terdampak Covid-19

Masyarakat mengurangi mobilitasnya di luar rumah imbas pandemi corona, sehingga menurunkan angka kecelakaan di jalan raya.
Image title
6 Juni 2020, 17:19
jumlah kecelakaan turun, dampak covid 19, pandemi corona,
ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.
Ilustrasi kecelakaan. Pandemi covid-19 membuat masyarakat mengurangi aktivitasnya di luar rumah, sehingga menurunkan angka kecelakaan di jalan raya.

Pandemi covid-19 turut berdampak pada tingkat keselamatan transportasi. Direktur Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Siti Maimunah menyebutkan jumlah kecelakaan turun lantaran masyarakat mengurangi mobilitasnya untuk menghindari tertular virus corona.

"Harapannya dengan sedikit orang bermobilitas, keselamatan transportasi akan meningkat. Sebaliknya, semakin banyak orang yang turun ke jalan akan menurunkan keselamatan jalan," kata Maimunah dalam webinar Masyarakat Transportasi (MTI), Sabtu (6/6).

Berdasarkan data Korlantas Polri tahun 2019, terjadi 12 kecelakaan lalu lintas dengan 3-4 orang meninggal dunia akibat kecelakaan jalan setiap jamnya. Kemudian, 1 orang meninggal setiap 3 kejadian kecelakaan. Lalu, 1 dari 5 orang korban kecelakaan meninggal dunia.

(Baca: Wakil Jaksa Agung Meninggal Akibat Kecelakaan di Tol Jagorawi)

Advertisement

Polri juga mencatat, sepanjang tahun lalu 166.847 orang menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8,80% korban berusia di bawah 15 tahun dan 37,69% korban merupakan berusia produktif 15-40 tahun.

Selain penurunan kecelakaan, pandemi Covid-19 diperkirkan akan berdampak pada tingkat mobilitas suatu negara. Sebelum pandemi, negara maju akan memiliki tingkat mobilitas yang sangat tinggi sehingga menghasilkan perekonomian yang baik.

"Namun dengan adanya Covid-19, apakah negara maju tetap memiliki mobilitas tinggi? Karena kita dipaksa mengimplementasikan digital 4.0," ujar dia.

Siti pun mengatakan, transportasi publik perlu melakukan inovasi dalam masa menghadapi tatanan baru alias new normal pandemi Covid-19. Sebab, masyarakat diperkirakan masih khawatir menggunakan transportasi publik lantaran ada potensi penularan Covid-19.

(Baca: Polri Putar Balikkan 68.946 Kendaraan Pemudik Saat Operasi Ketupat)

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait