Gugus Tugas Pusat Bakal Rutin Laporkan Kajian Status Covid-19 Daerah

Laporan per daerah dibutuhkan untuk menyusun strategi penanganan agar disesuaikan dengan tingkat risikonya.
Image title
Oleh Rizky Alika
6 Juni 2020, 19:27
gugus tugas covid 19, laporan covid daerah,
ANTARA FOTO/Jojon/foc.
Sejumlah warga mengantre untuk melakukan rapid test gratis di posko gugus tugas COVID-19 di RS Bahteramas Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (2/6/2020). Gugus Tugas Covid-19 bakal melaporkan kajian status Covid-19 di daerah setiap awal pekan.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan mengumumkan kajian status Covid-19 di seluruh daerah secara rutin. Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, laporan tersebut akan disampaikan setiap Senin.

"Setiap Senin, Gugus Tugas Pusat akan laporkan kembali kajian status daerah di seluruh tanah air berbasis perhitungan di kabupaten/kota," kata Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Sabtu (6/6).

Dari data tersebut, seluruh pihak dapat mengetahui jumlah daerah yang belum terdampak Covid-19. Data juga akan menunjukkan jumlah daerah yang memiliki risiko Covid-19 ringan, sedang, dan tinggi.

Yurianto mengatakan, data tersebut menjadi penting lantaran penyusunan strategi perlu disesuaikan dengan risiko yang ada. Data tersebut juga akan menentukan sektor yang diperbolehkan untuk kembali produktif di tengah Covid-19. "Basis mendasarnya ialah kita aman dari Covid-19," ujar dia.

(Baca: Rekor Tambahan 993 Orang, Kasus Positif Covid-19 RI Tembus 30 Ribu)

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan bahwa vaksin bukan menjadi satu-satunya cara agar tidak terinfeksi Covid-19. Apalagi, hingga saat ini vaksin juga belum menemui titik terang untuk diproduksi secara massal.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mengubah perilaku secara sehat. Hal ini diikuti dengan rajin mencuci tangan, menggunakan masker, dan mempertimbangkan pentingnya keluar rumah.

Selain itu, jaga jarak juga menjadi penting lantaran virus corona bisa menyebar melalui percikan (droplet) dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi Covid-19. "Bahkan sebaran droplet mencapai jarak 1 meter," ujarnya.

(Baca: Daftar 9 Sektor di 102 Daerah yang Dibuka untuk Prakondisi Normal Baru)

Reporter: Rizky Alika

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait