Pemerintah Setop Penjualan 100 Paket Pelatihan Kartu Prakerja

Penjualan pelatihan dalam bentuk paket tidak memiliki mekanisme untuk memastikan peserta telah menyelesaikan seluruh pelatihan dalam paket.
Image title
2 Juli 2020, 12:04
kartu prakerja, pemerintah setop penjualan paket pelatihan prakerja, paket pelatihan kartu prakerja
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja. Pemerintah menghentikan penjualan pelatihan kartu prakerja dalam bentuk paket atau bundling.

Pemerintah tengah mengevaluasi program kartu prakerja. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, pemerintah menghentikan transaksi dan penjualan sekitar 100 paket pelatihan (bundling) kartu prakerja yang ada di seluruh mitra platform digital.

"Yang kami berhentikan itu paket pelatihan ya. Jumlahnya hanya sekitar 100 dari sekitar 3 ribu pelatihan yang ada di ekosistem kartu prakerja," kata Kepala Kemitraan dan Pengembangan Ekosistem Program Kartu Prakerja Regi Wahono kepada Katadata, Kamis (2/7).

Sebagaimana diketahui, paket pelatihan tersebut tidak memiliki mekanisme untuk memastikan setiap peserta yang membeli paket telah menyelesaikan seluruh paket pelatihan. Hal ini membuat Manajemen Pelaksana tidak bisa melakukan evaluasi.

Regi mengatakan, saat ini Manajemen Pelaksana telah menghentikan permintaan transaksi paket pelatihan tersebut di dalam sistem kartu prakerja.

Advertisement

(Baca: Komite Baru Pilih 680.918 Peserta Kartu Prakerja, Mayoritas Korban PHK)

Manajemen Pelaksana, lanjut dia, tidak akan memberikan sanksi kepada para mitra platform digital. Meski begitu, para mitra platform digital diminta untuk bekerja sama dalam mengatasi permasalahan tersebut.

Regi memastikan, pihaknya akan memperbaiki kriteria jenis pelatihan agar hal serupa tidak kembali terulang. "Melalui revisi kriteria kami mengharapkan kualitas jenis pelatihan Kartu Prakerja akan semakin baik lagi dan dapat meningkatkan daya saing para peserta Kartu Prakerja," ujar dia.

Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja, Panji Winanteya Ruky memastikan pemberhentian hanya dilakukan pada pelatihan yang berbentuk paket bundling saja. "Ini hanya sebagian kecil dari seluruh pelatihan yang ditawarkan, sehingga peserta pelatihan tetap memiliki kebebasan," katanya.

Oleh karena itu, penghentian paket pelatihan tidak berdampak terhadap program kartu prakerja secara keseluruhan. Program kartu prakerja dipastikan tetap berjalan sesuai arahan Komite Cipta Kerja.

(Baca: Peserta Kartu Prakerja Diperluas, Pemerintah Bakal Masukkan Wirausaha)

Ia menambahkan, penghentian khusus paket bundling hanya efektif dari 30 Juni dan tidak berlaku surut, sehingga insentif peserta yang sempat mengambil paket pelatihan bundling akan terus berjalan seperti biasa.

Mitra platform digital serta lembaga pelatihan yang telah menjual paket pelatihan bundling hingga 30 Juni pun tetap menerima pembayaran atas pelatihan yang telah diselenggarakannya.

"Ini merupakan salah satu langkah dalam menerapkan tata kelola program yang baik agar para peserta benar-benar mendapatkan manfaat," kata Panji.

Sebagai informasi, Manajemen Pelaksana mengirimkan surat kepada seluruh mitra platform digital. Surat tersebut ditandatangani oleh Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari bertanggal 30 Juni 2020.

(Baca: Menperin Sebut Defisit Tenaga Kerja pada 2024 Capai 2,5 Juta orang)

Dalam surat tersebut, Denni menyebutkan berdasarkan hasil evaluasi Manajemen Pelaksana, beberapa mitra platform digital kartu prakerja membuat dan menawarkan produk paket pelatihan yang terdiri dari beberapa jenis atau kelas pelatihan yang diselenggarakan oleh satu atau beberapa lembaga pelatihan di masing-masing platform digital.

Pada paket pelatihan tersebut, tidak ada mekanisme yang dapat memastikan bahwa setiap peserta yang mengambil atau membeli paket pelatihan menyelesaikan seluruh jenis atau kelas pelatihan yang ditawarkan.

Akibatnya, tidak ada laporan mengenai penilaian peserta pelatian terhadap infrastruktur, sarana prasarana, dan program pelatihan tersebut. Manajemen Pelaksana pun tidak dapat melaksanakan tugasnya untuk mengevaluasi kelas pelatihan tersebut.

Oleh karena itu, Manajemen Pelaksana menghentikan seluruh transaksi dan penjualan paket pelatihan. Denni juga meminta mitra platform digital untuk melakukan seluruh langkah yang dianggap perlu terkait dengan keputusan tersebut, termasuk dan tidak terbatas pada mencabut dan menghentikan penjualan paket pelatihan.

(Baca: Banyak Pekerja Lepas Gabung di Platform Digital pada Masa Pandemi)

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait