Volume Penumpang Turun 90%, Ini Strategi KAI Bertahan di Masa Pandemi

KAI menyiapkan empat strategi agar perusahaan bisa tetap bertahan di tengah pandemi.
Merdeka.com
Oleh Merdeka.com
28 September 2020, 12:33
kereta api, pt kai, pandemi corona
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/pras.
Petugas berjalan di dekat rangkaian Kereta Api (KA) Serayu di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo mengatakan, volume penumpang selama pandemi covid-19 hanya 10 persen saja. Oleh karena itu pihaknya menerapkan 4 strategi agar perusahaan bisa tetap bertahan di masa pandemi.

"Situasi normal kereta Api bisa mengangkut 1,3 juta penumpang dalam satu hari, 1,1 juta untuk commuter line, dan 200 ribu oleh KA jarak jauh, tapi sekarang situasinya sangat terpengaruh," kata Didiek dalam talkshow Upacara Peringatan HUT ke-75 KAI, di Bandung, Senin (28/9).

Adapun 4 strategi yang dijabarkan oleh Didiek, di antaranya, pertama PT KAI menerapkan Protect our people. Tujuannya untuk melindungi segenap pegawai KA yang menjadi garda terdepan dengan memberikan layanan memakai masker, face shield, cuci tangan, hand sanitizer.

"Kemudian di stasiun-stasiun kita sediakan hand sanitizer, dan di dalam kereta api pun dalam rangka memberikan kenyamanan pada penumpang dalam masa covid-19 ini. Keterisian juga kita batasi, kalau untuk commuter line itu hanya 35-40 persen kapasitas, kalau untuk KA jarak jauh hanya 70 persen, inilah strategi kita," ujarnya.

Strategi Kedua, pihaknya menjaga likuiditas perusahaan dengan baik, sehingga PT KAI bisa bertahan di masa krisis ini. Ketiga, cutting cost, efisiensi semaksimal mungkin dalam masa krisis seperti ini. Menurutnya pada saat krisis covid-19 harus disiasati dengan cepat beradaptasi dan memonitor cash flow secara harian.

Artikel ini terbit pertama kali di:

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait