Istana Bantah Isu Rencana Pengangkatan Dua Wakil Menteri Baru

Menurut Menteri Sekretaris Negara Pratikno, pengangkatan wakil menteri tidak melalui Peraturan Presiden (Perpres) melainkan Keputusan Presiden (Keppres).
Image title
4 Oktober 2020, 14:44
wakil menteri baru, wamen kemenaker, wamen koperasi dan ukm, ida fauziah, teten masduki
ANTARA FOTO/Agus Setiawan.
Istana Kepresidenan membantah isu rencana pengangkatan dua wakil menteri baru, salah satunya untuk Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah.

Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno membantah isu terkait rencana pengangkatan dua wakil menteri baru dalam Kabinet Indonesia Maju.

“Berita tentang rencana pengangkatan 2 Wakil Menteri baru yakni, Wamen Kemenaker dan Wamen Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah itu tidak benar,” kata Pratikno dalam keterangannya, Minggu (4/10).

Dia menambahkan bahwa dalam Peraturan Presiden (Perpres), kelembagaan beberapa kementerian, memang ada jabatan wakil menteri. Tetapi pengangkatan wakil menteri oleh Presiden dilakukan melalui Keputusan Presiden (Keppres).

“Sampai saat ini, setelah pelantikan wamen oleh Presiden pada 25 Oktober 2019 lalu tidak ada Rancangan Keppres tentang pengangkatan wamen,” katanya.

Advertisement

Sebelumnya sempat beredar sejumlah pemberitaan terkait rencana penetapan dua wamen baru oleh Presiden Jokowi. Dua wamen yang dimaksud untuk mendampingi Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dan Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki.

Disebutkan pula bahwa untuk penetapan jabatan Wamen Ketenagakerjaan, diputuskan Jokowi dalam Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2020 tentang Kementerian Ketenagakerjaan.

Sementara untuk jabatan Wamen Koperasi dan UKM, ditetapkan Jokowi dalam Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2020 tentang Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

Namun keduanya dibantah oleh Mensesneg Pratikno karena pengangkatan wamen bukan melalui Perpres melainkan Keppres.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait