Defisit Anggaran AS Tembus US$ 3 Triliun Imbas Belanja Stimulus Corona

Stimulus untuk meredam dampak pandemi corona yang mencapai US$ 2,1 triliun menjadi sumber pengeluaran terbesar pemerintah AS.
Image title
Oleh Happy Fajrian
17 Oktober 2020, 11:05
defisit anggaran, amerika serikat,
ANTARA FOTO/REUTERS/Joyce N. Boghosia/The White House/Handout /aww/cf
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bekerja di Kamar Kepresidenan sambil menerima perawatan setelah di tes positif penyakit virus korona (COVID-19) di Walter Reed National Military Medical Center di Bethesda, Maryland, Amerika Serikat, Sabtu (3/10/2020).

Berbagai paket stimulus ekonomi yang digelontorkan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk meredam dampak pandemi corona menyebabkan defisit anggaran untuk tahun fiskal 2020 membengkak hingga mencapai US$ 3,13 triliun.

Angka ini lebih dari tiga kali lipat defisit anggaran tahun lalu sebesar US$ 948 miliar, dan dua kali lipat dari rekor tertinggi yang pernah dicapai sebelumnya sebesar US$ 1,42 triliun pada 2009 imbas dari krisis keuangan global ketika itu.

Pada awal tahun fiskal 2020 yang berakhir 30 September, pemerintah AS sebelumnya telah memperkirakan defisit anggaran sebesar US$ 1 triliun. Namun ketika pandemi membuat sejumlah sektor ekonomi seperti sektor perjalanan, ritel, dan bisnis kecil tak bergerak.

Untuk meredam dampak pandemi terhadap perekonomian, pemerintah AS menambah belanjanya hingga US$ 2,1 triliun menjadi US$ 6,55 triliun. Lonjakan belanja tersebut hampir seluruhnya berasal dari program bantuan Covid-19 seperti peningkatan anggaran kesehatan, stimulus dan kompensasi penangguran, serta program penyelamatan bisnis.

Dampak dari berbagai stimulus tersebut membuat penerimaan untuk tahun fiskal 2020 hanya turun 1% atau sebesar US$ 43 miliar menjadi US$ 3,42 triliun. Namun angka defisit tersebut bisa saja lebih besar kalau saja Presiden AS Donald Trump dan kongres bisa mencapai kesepakatan terkait paket stimulus ekonomi berikutnya.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menekankan bahwa turunnya penerimaan yang hanya 1% didorong oleh dibukanya aktivitas ekonomi pada Juli. “Pemerintah tetap berkomitmen penuh untuk mendukung pekerja, keluarga, dan bisnis Amerika untuk memastikan kelanjutan pemulihan ekonomi,” ujarnya seperti dikutip Reuters, Sabtu (17/10).

Sementara itu utang pemerintah AS pada akhir tahun fiskal 2020 tercatat sebesar US$ 27 triliun dengan sebesar US$ 6 triliun dipegang oleh publik. Penerimaan pajak mencapai US$ 1,61 triliun atau turun US$ 203 miliar dibanding proyeksi.

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait