Kasus Covid-19 di Jakarta Masih Naik, Ada 1.147 Tenaga Kesehatan Baru

Tambahan tenaga kesehatan ini akan membantu proses contact tracing atau pelacak kontak.
Image title
15 November 2020, 10:17
jakarta, tenaga kesehatan, jumlah kasus covid 19,
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj.
Kader kesehatan dan juga masyarakat umum memberikan tepuk tangan selama 56 detik untuk para tenaga kesehatan secara virtual di Puskesmas Pondok Betung, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (12/11/2020).

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta telah merekrut 1.147 relawan baru untuk penanggulangan Covid-19 di ibukota. Mereka akan ditempatkan di 309 puskesmas dan Suku Dinas Kesehatan wilayah.

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Widyastuti, mengatakan bahwa 1.147 tenaga tambahan ini merupakan pelamar yang lolos seleksi dari jumlah 2.404 pelamar. Rinciannya, 1.137 orang pelacak kontak (contact tracer) dan 10 orang petugas data (data manager).

"Mereka sudah menerima Surat Tugas dari Sekretaris Utama (Sestama) BNPB RI secara simbolis pada Puncak Acara Peringatan HKN ke-56 di Ruang Pola Balai Kota DKI Jakarta," ungkap Widyastuti, seperti dikutip beritajakarta.id, Minggu (15/11).

Widyastuti menjelaskan, pelacak kontak dan petugas data yang terpilih menjalankan tugas sampai akhir Desember 2020 dan wajib hadir di Puskesmas selama delapan jam kerja per hari. "Mereka sudah mulai bertugas baik di Puskesmas Kecamatan dan Puskesmas Kelurahan," ucapnya.

Advertisement

Untuk diketahui, Pelacak Kontak tingkat Puskesmas minimal lulusan D III bidang kesehatan. Sedangkan Petugas Data Tingkat Kabupaten/Kota yakni minimal S2 bidang kesehatan dan diutamakan yang memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) epidemiolog kesehatan.

Jumlah Kasus Aktif di Jakarta Masih Terus Naik

Penambahan jumlah tenaga kesehatan ini sejalan dengan penambahan jumlah kasus di ibukota yang masih tinggi. Pada Sabtu (14/11), berdasarkan data Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, uji PCR telah terhadap 9.820 spesimen dan 7.951 orang. Hasilnya 887 dinyatakan positif dan 7.064 negatif.

"Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 133.576. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 58.895," ujar Dwi,.

Positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 9,3%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 8,3%. Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

Sementara itu jumlah kasus aktif naik 180 menjadi 6.812 orang yang masih dirawat atau diisolasi. Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total sebanyak 117.462. Dari jumlah tersebut, 108.209 orang telah dinyatakan sembuh, dan total 2.441 orang meninggal dunia. Sehingga tingkat kesembuhan di Jakarta mencapai 92,1%, dan tingkat kematian 2,1%.

Pada penerapan kembali PSBB masa Transisi, Pemprov DKI Jakarta menyarankan kepada masyarakat yang ingin memasuki wilayah Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mandiri Covid-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI.

Satpol PP Provinsi DKI Jakarta juga akan menindak tegas pelanggaran penggunaan masker dan pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya. Sehingga, harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.

Perlu diingat selalu untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip ini dalam berkegiatan sehari-hari, yakni tetap tinggal di rumah dan tidak keluar bila tidak ada keperluan mendesak, selalu jalankan Gerakan 3M: memakai masker dengan benar, menjaga jarak 1,5 - 2 meter, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin.

Selain itu, seluruh kegiatan yang diizinkan beroperasi harus dalam kapasitas maksimal 50% dan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Masyarakat juga diimbau untuk saling mengingatkan sesama dalam menerapkan protokol kesehatan.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait