Jumlah Kasus Corona AS November Tembus 4 Juta Imbas Libur Thanksgiving

Jutaan warga AS rayakan Thanksgiving dan Black Friday jumlah kasus infeksi Covid-19 di Negeri Paman Sam diperkirakan melonjak signifikan.
Image title
Oleh Happy Fajrian
29 November 2020, 11:54
jumlah kasus covid 19, jumlah kasus virus corona, amerika serikat, libur, thanksgiving, black friday
ANTARA FOTO/REUTERS/Mark Makela/WSJ/cf
Majesty Davis, 3 tahun, menangis saat bertemu Sinterklas, yang duduk di balik pembatas plexiglass akibat pandemi penyakit virus korona (COVID-19), di Willow Grove Park Mall di Willow Grove, Pennsylvania, Amerika Serikat, Sabtu (14/11/2020).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Amerika Serikat (AS) mencatatkan lebih dari empat juta kasus infeksi virus corona sepanjang bulan November ini. Jumlah tersebut lebih dari dua kali lipat rekor yang dicapai sebelumnya sebanyak 1,95 juta kasus pada Oktober.

Ahli kesehatan di sana memperkirakan tambahan kasus akan terus meningkat tajam seiring dengan jutaan orang yang merayakan Thanksgiving dan Black Friday.

“Tambahan jumlah kasus akan semakin tinggi karena tingginya aktivitas di dalam ruangan, serta pergerakan sejumlah besar orang di seluruh negeri untuk berlibur,” kata Direktur Pusat Keamanan Kesehatan Universitas Johns Hopkins, Tom Inglesby, seperti dikutip Reuters Minggu (29/11).

Sepanjang pekan lalu jutaan warga AS merayakan hari Thanksgiving dan melakukan perjalanan untuk berkumpul dengan keluarga besar. Ditambah dengan momen Black Friday yang menyebabkan kerumunan di sejumlah pusat perbelanjaan.

Namun libur perayaan Thanksgiving membuat jumlah tes turun. Alhasil jumlah tambahan kasus baru juga ikut merosot pada Kamis (26/11) menjadi hanya 103 ribu kasus baru dan 1.100 kematian. Hal ini karena banyak negara bagian yang tidak melaporkan hasil tesnya. Jumlah tersebut lebih rendah dari sepekan sebelumnya yang mencapai 187 ribu kasus baru dan 1.962 kematian.

Keesokan harinya jumlah kasus baru melonjak hingga lebih dari 205 ribu dalam sehari, dengan 1.400 kematian, meningkat dari Jumat sebelumnya dengan 198,6 ribu kasus dan 1.950 kematian. Inkonsistensi data ini diperkirakan akan terus berlanjut karena jumlah tes yang lebih rendah seiring banyaknya lokasi tes yang tutup.

Hingga saat ini AS melakukan tes hingga lebih dari 170 ribu orang per hari, dan lebih dari 1,100 juta orang dites selama sepekan terakhir. Sementara total kasus terkonfirmasi seantero AS mencapai lebih dari 13 juta orang atau yang tertinggi di dunia.

Menurut data resmi, jumlah kasus baru secara bulanan di AS terus mengalami peningkatan yang signifikan, terutama dalam dua bulan terakhir. Pada Maret AS mencatatkan 188 ribu kasus Covid-19, kemudian melonjak  menjadi 887 ribu pada April dan relatif stabil di kisaran 723 ribu hingga 850 ribu kasus hingga Juni.

Namun pada Juli jumlah kasus baru meroket menjadi 1,92 juta pada Juli, kemudian Agustus 1,47 juta, lebih dari 1,22 juta pada September, dan kembali meroket 1,95 juta pada Oktober.

Pembatasan Sosial di Los Angeles

Terkait hal tersebut setidaknya ada satu daerah yang telah melarang seluruh aktivitas perkumpulan sosial selama tiga pekan ke depan, yakni Los Angeles (LA). Beberapa aktivitas yang masih diizinkan hanya yang terkait dengan kegiatan keagamaan, dan demonstrasi yang sesuai dengan aturan.

Kebijakan yang diterapkan kali ini akan lebih ketat dari kebijakan jam malam yang diberlakukan sebelumnya. LA sebelumnya bahkan sempat mengalami karantina wilayah atau lockdown pada Maret lalu. Pembatasan kembali diterapkan karena jumlah kasus baru di kota ini mencapai lebih dari 4.500 per hari selama lima hari berturut-turut.

Dengan kebijakan pembatasan ini seluruh warga LA disarankan, tidak diwajibkan, untuk tinggal di rumah dan selalu menggunakan masker ketika keluar atau berinteraksi dengan orang lain. Perkumpulan yang melibatkan lebih dari satu kelompok dilarang baik di tempat publik atau privat, di dalam ruangan ataupun di luar ruangan.

Aktivitas komersil masih diizinkan dengan pembatasan. Kapasitas maksimal bisnis esensial dibatasi hanya 35%, sedangkan bisnis non esensial dibatasi hanya 20% kapasitas seperti pusat perbelanjaan atau salon. Pantai, taman publik akan tetap buka namun harus menjaga jarak dan menggunakan masker. Seluruh layanan bar dan restoran tak boleh beroperasi dan hanya boleh melayani transaksi delivery atau take away.

Kabar disetujuinya penggunaan satu vaksin virus corona pada pertengahan Desember 2020 menimbulkan secercah harapan untuk memperlambat laju infeksi. Namun hingga vaksin tersebut dapat didistribusikan, Inglesby mendorong agar semua orang bertanggung jawab, dan pembuat kebijakan harus menciptakan aturan yang melarang aktivitas indoor bersama.

“Harus ada kombinasi antara publik dan pembuat kebijakan untuk melarang aktivitas yang memiliki risiko penularan tertinggi seperti di restoran dan bar, di mana orang duduk saling berdekatan untuk waktu yang lama tanpa menggunakan masker,” kata Inglesby.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait